Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Menjelaskan Kondom Pada Anak

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Menjelaskan Kondom Pada Anak

    Post  daun.kuning on Tue Nov 30, 2010 7:26 am

    Menjelaskan Kondom Pada Anak


    "Ma, ini seperti yang di lemari mama rasa stroberi juga," ujar seorang anak kelas 1 SD yang berteriak kepada mamanya ketika melihat kondom di supermarket. Bisa ditebak sang mama malu karena orang-orang sekitarnya pada tertawa. Bagaimana ya menjelaskan kondom ke anak kecil?

    Sebagian besar anak kecil mungkin tidak tahu apa itu kondom, tapi jika secara tidak sengaja ia menemukan alat tersebut di rumah atau di toko, maka ia akan menjadi penasaran.

    Dr Andri Wanananda MS dalam konsultasi seksologi di detikHealth menuturkan, ibu atau orangtua harus fokus pada aspek 'kepantasan' informasi yang dapat diterima anak sesuai dengan usianya. Serta harus tangkas dalam menjawab pertanyaan anak yang terkejut melihat suatu benda yang sama dengan yang ada di lemari ibunya.

    Jika anak belum pantas atau tepat untuk dijelaskan secara gamblang mengenai fungsi kondom sebagai penampung sperma yang dipasangkan di penis, maka tidak perlu dijelaskan secara rinci. Ibarat seorang guru yang enggan menjelaskan tentang fisika murni pada muridnya yang belum mengenal apa itu matematika.

    "Selain itu hendaknya orangtua berhati-hati dalam menyimpan benda-benda yang sangat 'privacy' seperti halnya kondom, vibrator atau alat lainnya. Hal ini untuk menghindari si kecil menemukan benda tersebut," kata Dr Andri dalam jawaban konsultasi.

    Orangtua sebaiknya tidak membohongi anak dengan menjelaskan sesuatu yang salah mengenai kondom atau justru memarahinya yang membuat anak semakin penasaran dan berusaha mencaritahu sendiri dari teman atau internet. Tapi tetaplah tenang dalam memberikannya penjelasan.

    Seperti dikutip dari Parenting.com, orangtua hanya cukup mengatakan apa fungsi dari kondom sesuai dengan kapasitas si kecil atau usianya, dalam hal ini tidak perlu menjelaskan secara mendetail tentang kondom.

    Orangtua bisa mengatakan sebatas kondom adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk mengatur kelahiran. Selain itu orangtua juga bisa memberikan pemahaman bahwa kondom hanya boleh digunakan oleh pasangan yang sudah berumah tangga.

    Usahakan orangtua memberikan penjelasan tentang kondom pada anak saat keduanya memang memiliki waktu luang, sehingga orangtua dapat menjelaskannya dengan baik. Saat menjelaskan orangtua sebaiknya bertindak sebagai pemberi informasi dan bukan menginterogasi.

    Cobalah tanyakan pada anak apa yang sudah ia ketahui tentang kondom, dari jawaban anak akan memberi petunjuk mengenai apa yang telah didengarnya dan membantu orangtua bagaimana harus menjawabnya.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:32 pm