Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Lebih 33 Juta Orang Idap HIV/AIDS

    Share

    pravda

    259
    07.06.10

    Lebih 33 Juta Orang Idap HIV/AIDS

    Post  pravda on Thu Dec 02, 2010 5:59 am

    PBB: Lebih 33 Juta Orang Idap HIV/AIDS


    Terapi bagi ODHA dikhawatirkan mengalami hambatan serius karena masalah pendanaan

    Jumlah orang dengan virus HIV/AIDS (ODHA) di seluruh dunia terus bertambah walau peningkatannya tidak sebesar sepuluh tahun lalu. Namun jumlah kematian ODHA dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun berkat gencarnya penelitian dan tindakan medis atas virus yang merusak sistem kekebalan tubuh itu.

    Demikian laporan dari suatu penelitian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam rangka menyambut hari peringatan AIDS se-Dunia, Rabu 1 Desember 2010.

    Dipublikasikan akhir November lalu, laporan UNAIDS 2010 mengungkapkan ada sekitar 2,6 juta ODHA baru. "Ini berarti penurunan hampir 20 persen dari data 1999, yaitu sebanyak 3,1 juta [pengidap baru]," demikian pernyataan UNAIDS.

    Dengan demikian, hingga akhir 2009, terdapat sekitar 33,3 juta ODHA di penjuru dunia. Jumlah ini naik sedikit dari data 2008, yaitu rata-rata sebanyak 32,8 juta jiwa.

    Selain itu, pada 2009, terdapat rata-rata 1,8 juta kasus kematian ODHA. Ini hampir seperlima lebih rendah dari jumlah penderita yang tewas pada 2004, yaitu sebanyak 2,1 jiwa.

    Menurut UNAIDS, penurunan ini sebagian besar diakibatkan makin banyak orang yang mendapat akses terapi antiretroviral. Kendati tidak menyembuhkan, perawatan ini dinilai efektif memperpanjang harapan hidup ODHA sehingga mampu bertahan selama beberapa tahun dari ganasnya virus HIV.

    Namun, terapi bagi ODHA dikhawatirkan mengalami hambatan serius. Menurut laman harian Christian Science Monitor, pembiayaan untuk riset dan perawatan penderita AIDS mulai terganggu.

    Hal ini tidak lain disebabkan menurunnya perekonomian dunia. Biaya terapi antiretroviral bertambah mahal. Selain itu, lembaga bantuan seperti Doctors Without Borders (DWB) memperingatkan akan adanya kekurangan dana dan mundurnya beberapa penyumbang dari pendanaan penting.

    “Di Afrika Selatan dan seluruh Afrika, jika kita melihat berkurangnya pendanaan, berarti kita mengalami kemunduran dari kemajuan yang telah diraih selama enam tahun ini. Di negara-negara miskin seperti Mozambique, Lesotho, Swaziland, Zimbabwe dan Malawi, hal ini akan mempengaruhi pengidap lebih parah dan cepat, ” ujar Gilles van Cutsem koordinator medis dari DWB Afsel dan Lesotho.

    Pada laporan DWB pada Mei, van Cutsem mengatakan bahwa negara-negara miskin ini memerlukan US$20 miliar dolar untuk tiga tahun ke depan. Saat ini, dana yang terkumpul dari donor swasta baru US$11,7 miliar.

    Institut Medis AS mengatakan bahwa dana yang terkumpul untuk program pemulihan AIDS tidak akan pernah cukup untuk menutupi epidemi, yang tetap bertambah walaupun lajunya kian lambat.


      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 1:17 am