Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jika Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Jika Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional

    Post  via on Sun Dec 05, 2010 10:43 am

    Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional


    Perilaku anak yang emosional dan pemarah juga dapat dilihat dari pandangan matanya. Studi menunjukkan bahwa anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua merupakan pertanda anak agresif.

    Penelitian dari University of New South Wales menemukan bahwa kontak mata pada anak dapat menunjukkan sifatnya. Anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua cenderung memiliki sifat agresif, emosional, pemarah dan antisosial.

    Temuan ini bisa lebih menekankan pada orangtua tentang pentingnya kontak mata pada anak. Kontak mata bisa melambangkan kasih sayang orangtua yang dapat membantu perkembangan otak anak.

    "Otak yang sehat dapat diketahui dari isyarat biologis tubuh dan sorotan mata kepada orang lain. Dan anak yang sering menghindari kontak mata cenderung lebih agresif," kata Profesor Mark Dadds dari School of Psychology, University of New South Wales, Sydney, dilansir Medindia, Sabtu (27/11/2010).

    Menurut Prof Dadds, anak yang agresif ini biasanya memiliki emosi yang 'panas'. Anak agresif lebih cenderung impulsif, emosional dan sangat sedikit memiliki rasa empati.

    "Bila dibiarkan hingga dewasa, anak agresif bisa terlibat dengan tindakan yang lebih serius, seperti tindakan kekerasan, suka minum alkohol dan narkoba, atau bahkan melakukan tindakan kriminal," jelas Prof Dadds lebih lanjut.

    Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin Prof Dadds menggunakan perangkat pelacak mata dan kamera video untuk merekam berapa banyak kontak mata yang terjadi antara anak dan orangtua.

    Subjek dalam penelitian ini adalah 100 anak Inggris dan Australia usia 16 tahun yang didiagnosa dengan Oppositional Defiant Disorder (ODD), yaitu gangguan anak suka melawan ditandai dengan memiliki kecenderungan untuk terus-menerus marah atau berdebat.

    Hasilnya, anak dengan ODD lebih jarang melakukan kontak mata dengan orangtua ketimbang anak yang normal.

    "Orangtua yang memiliki anak ODD sebaiknya harus menunjukkan strategi yang positif. Penelitian lain menunjukkan bahwa gaya, stabilitas dan kualitas pengasuhan memiliki dampak yang relatif kecil terhadap perkembangan anak ODD. Untuk itu, dokter, konselor dan ahli perkembangan anak dapat membantu mempelajari strategi khusus untuk mengatasi ODD," saran Prof Dadds.

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 7:23 am