Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Jika Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Jika Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional

    Post  via on Sun Dec 05, 2010 10:43 am

    Anak Tak Mau Lihat Mata Orangtua Pertanda Emosional


    Perilaku anak yang emosional dan pemarah juga dapat dilihat dari pandangan matanya. Studi menunjukkan bahwa anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua merupakan pertanda anak agresif.

    Penelitian dari University of New South Wales menemukan bahwa kontak mata pada anak dapat menunjukkan sifatnya. Anak yang sering menghindari kontak mata dengan orangtua cenderung memiliki sifat agresif, emosional, pemarah dan antisosial.

    Temuan ini bisa lebih menekankan pada orangtua tentang pentingnya kontak mata pada anak. Kontak mata bisa melambangkan kasih sayang orangtua yang dapat membantu perkembangan otak anak.

    "Otak yang sehat dapat diketahui dari isyarat biologis tubuh dan sorotan mata kepada orang lain. Dan anak yang sering menghindari kontak mata cenderung lebih agresif," kata Profesor Mark Dadds dari School of Psychology, University of New South Wales, Sydney, dilansir Medindia, Sabtu (27/11/2010).

    Menurut Prof Dadds, anak yang agresif ini biasanya memiliki emosi yang 'panas'. Anak agresif lebih cenderung impulsif, emosional dan sangat sedikit memiliki rasa empati.

    "Bila dibiarkan hingga dewasa, anak agresif bisa terlibat dengan tindakan yang lebih serius, seperti tindakan kekerasan, suka minum alkohol dan narkoba, atau bahkan melakukan tindakan kriminal," jelas Prof Dadds lebih lanjut.

    Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin Prof Dadds menggunakan perangkat pelacak mata dan kamera video untuk merekam berapa banyak kontak mata yang terjadi antara anak dan orangtua.

    Subjek dalam penelitian ini adalah 100 anak Inggris dan Australia usia 16 tahun yang didiagnosa dengan Oppositional Defiant Disorder (ODD), yaitu gangguan anak suka melawan ditandai dengan memiliki kecenderungan untuk terus-menerus marah atau berdebat.

    Hasilnya, anak dengan ODD lebih jarang melakukan kontak mata dengan orangtua ketimbang anak yang normal.

    "Orangtua yang memiliki anak ODD sebaiknya harus menunjukkan strategi yang positif. Penelitian lain menunjukkan bahwa gaya, stabilitas dan kualitas pengasuhan memiliki dampak yang relatif kecil terhadap perkembangan anak ODD. Untuk itu, dokter, konselor dan ahli perkembangan anak dapat membantu mempelajari strategi khusus untuk mengatasi ODD," saran Prof Dadds.

      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 7:20 am