Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Menguap Tidak Menular ke Bayi

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Menguap Tidak Menular ke Bayi

    Post  flade on Mon Dec 06, 2010 6:10 am

    Menguap Tidak Menular ke Bayi


    Selama ini diketahui kalau menguap menular dari satu orang ke orang lain. Tapi peneliti di Inggris menemukan bahwa bayi dan anak-anak kecil tidak akan tertular ikut menguap.

    James Anderson dan Ailsa Millen dari University of Stirling melaporkan dalam jurnal Biology Letters mengungkapkan bahwa bayi dan balita hampir tidak pernah ikut menguap jika meihat atau berada di sekitar orang yang menguap.

    Kondisi ini tentu saja kontras dengan orang dewasa yang sekitar 50 persennya pasti ikut menguap jika melihat orang lain menguap. Fenomena ini yang membuat menular adalah sesuatu yang menular (contagious yawning).

    Pada bagian pertama studi, para ibu diminta mencatat kapan dan seberapa sering anaknya menguap. Diketahui bayi berusia 6-34 bulan menguap setelah bangun di pagi hari atau setelah tidur siang, dan jumlahnya lebih sedikit dari orang dewasa yang rata-rata menguap 9 kali per hari. Para ibu ini juga tidak melaporkan bahwa anak-anaknya tertular menguap.

    Pada bagian kedua studi, bayi dan balita yang rata-rata berusia 2 tahun diperlihatkan video bayi yang sedang menguap. Diketahui hanya 3 dari 22 bayi yang ikut menguap saat melihat video tersebut.

    "Hasil ini menunjukkan sebagian besar bayi dan anak-anak pra sekolah sedikit mendapatkan pengaruh psikologis yang membuatnya ikut menguap jika melihat orang lain menguap, dibandingkan dengan orang dewasa," ujar James Anderson, seperti dikutip dari abc.net.au.

    Studi sebelumnya menuturkan bahwa anak-anak di bawah 5 tahun cenderung tidak tertular menguap. Namun saat ia mencapai usia 12 tahun, maka ia akan ikut tertular dan memiliki tingkatan yang sama seperti orang dewasa. Hal ini kemungkinan karena menguap identik dengan tanda empati, dan biasanya kondisi ini mulai berkembang saat anak berusia 6 tahun.

    "Anak-anak kecil dan bayi kurang menular karena mereka tidak meiliki tekanan atau sosial hambatan yang sama dengan orang dewasa, jadi mereka akan menguap sesukanya dan ketika mereka suka untuk melakukannya," ungkap Anderson.

    Menguap sendiri memiliki fungsi fisiologis dan juga psikologis penting. Asupan udara dingin yang tiba-tiba isa bertindak sebagai radiator, mengubah aliran darah di wajah, mendinginkan otak serta meningkatkan kewaspadaan.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:31 pm