Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    TBC Bisa Mewabah Lagi Karena Meningkatnya Kasus HIV

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    TBC Bisa Mewabah Lagi Karena Meningkatnya Kasus HIV

    Post  kuning on Tue Dec 14, 2010 9:52 am

    TBC Bisa Mewabah Lagi Karena Meningkatnya Kasus HIV


    Jumlah penderita tuberculosis (TBC) di Indonesia sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir sehingga turun ke peringkat 5 dunia. Namun jumlahnya diperkirakan bisa meningkat lagi karena penyebaran infeksi HIV makin meningkat.

    Sejak lebih dari 10 tahun lalu, jumlah penderita TBC di Indonesia merupakan yang terbanyak ke-3 setelah India dan China. Baru pada tahun 2010 ini peringkatnya turun ke posisi 5 dan menjadi salah satu milestone kinerja 1 tahun Kementerian Kesehatan.

    Namun Direktur Eijkman Institute, Prof Sangkot Marzuki mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat masyarakat menjadi lengah. Ia memperkirakan TBC masih akan menjadi ancaman penyakit re-emerging (bangkit kembali) jika tidak diwaspadai.

    Salah satu faktor yang memungkinkan TBC kembali mewabah adalah makin meluasnya penyebaran infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Virus ini membuat sistem kekebalan tubuh melemah sehingga seseorang mudah terinfeksi HIV.

    Jika penyebaran HIV tidak dikendalikan maka besar kemungkinannya penderita TBC akan meningkat. Seperti diketahui, infeksi TBC merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada pengidap HIV di beberapa negara endemik seperti Afrika Selatan, disusul pneumonia dan influenza.

    "Sebenarnya lebih dari 90 persen manusia pernah terinfeksi TBC, namun sangat sedikit yang menjadi sakit. Artinya manusia pada dasarnya kebal TBC," ungkap Prof Sangkot saat ditemui di sela-sela pembukaan simposium "Human Genetics and Infection: Towards Better Management of Disease" di Hotel Borobudur, Jakarta.

    Ancaman lainnya jika jumlah penderita TBC kembali meningkat adalah masalah sulitnya pengobatan. Prof Sangkot mengatakan saat ini sebagian besar bakteri penyebab TBC telah bermutasi sehingga lebih kebal terhadap obat-obatan yang sudah ada.

    "Sama dengan penyakit infeksi lainnya seperti malaria misalnya, resistensi kuman terhadap berbagai macam obat (multiple drug) merupakan ancaman global," ungkap Prof Sangkot.


      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 1:44 pm