Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ancaman Stroke dari Ikan yang Digoreng

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Ancaman Stroke dari Ikan yang Digoreng

    Post  flade on Sun Dec 26, 2010 1:59 pm

    Ancaman Stroke dari Ikan yang Digoreng


    Ikan memang makanan yang sangat bermanfaat untuk tubuh karena banyak mengandung omega-3. Tapi untuk mengonsumsi ikan sebaiknya jangan digoreng, karena keseringan makan ikan yang digoreng dapat memicu stroke.

    Keseringan makan ikan goreng telah memicu pandemi stroke di Amerika Serikat bagian selatan, antara lain di Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, North Carolina, South Carolina dan Tennessee.

    Di wilayah itu, risiko kematian akibat stroke lebih tinggi daripada di bagian negara lain. Di Alabama, angka kematian stroke 125 per 100.000 orang. Dan penyebab utama stroke di wilayah ini adalah konsumsi ikan goreng yang berlebihan.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 pada ikan, terutama lemak ikan, dapat mengurangi risiko stroke. Namun dalam siaran pers American Academy of Neurology (AAN) disebutkan bahwa penelitian lain menunjukkan ikan yang digoreng menyebabkan hilangnya asam lemak alami, sehingga justru dapat memicu serangan stroke.

    Penelitian baru tersebut dilakukan oleh REGARDS (Reasons for Geographic And Racial Differences in Stroke) yang dipimpin George Howard, Dr PH, dari Universitas Alabama di Birmingham.

    Dalam penelitian tersebut, REGARDS mempelajari 21.675 orang di atas usia 45 tahun antara Januari 2003 hingga Oktober 2007, dan terus mengikuti partisipan dan mengawasi kesehatannya.

    Hasilnya, 1 dari 4 partisipan yang mengonsumsi dua atau lebih ikan non-goreng per minggu, memiliki 17 persen risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan partisipan yang tidak makan ikan sama sekali.

    Sedangkan partisipan yang makan ikan goreng dua porsi atau lebih ikan goreng memiliki risiko stroke 30 persen lebih besar dibandingkan dengan partisipan yang tidak makan ikan.

    "Perbedaan dalam porsi dan cara pengolahan ikan dapat menjadi salah satu alasan yang mungkin untuk perbedaan rasial dan geografis dalam insiden stroke dan kematian," jelas Fadi Nahab, MD dari Emory University, dalam rilis yang dikeluarkan AAN, dilansir Medindia.

    Penelitian yang didukung National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health dan Department of Health and Human Services ini telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan online AAN Neurology.

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 3:00 pm