Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengalami nyeri Perut tapi tak Menstruasi

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Mengalami nyeri Perut tapi tak Menstruasi

    Post  via on Mon Dec 27, 2010 12:35 am

    Nyeri Perut Tapi Tak Menstruasi


    Nyeri di perut pada perempuan biasanya terjadi karena akan mengalami datang bulan alias menstruasi. Namun, pada kondisi tertentu perempuan juga bisa mengalami nyeri perut tapi bukan karena menstruasi. Lantas apa alasannya?

    Nyeri perut saat menstruasi atau dikenal juga dengan kram menstruasi merupakan rasa sakit dan kejang di perut bagian bawah serta punggung menjelang atau saat periode menstruasi. Hal ini terjadi karena kontraksi dari lapisan rahim untuk meneteskan lapisan tersebut. Secara medis kram menstruasi disebut dengan dismenore.

    Nyeri perut ini biasanya dimulai satu atau dua hari sebelum periode menstruasi dan mereda setelah dua hari periode pertama. Ini adalah premenstrual syndrome (PMS) yang normal bagi kebanyakan wanita.

    Namun, bila kram perut ini terjadi bukan karena alasan menstruasi, Anda patut mencurigainya sebagai kondisi yang serius.

    Dilansir Buzzle, berikut beberapa alasan bila nyeri perut terjadi tanpa menstruasi:

    1. Hamil
    Kemungkinan pertama ketika perempuan mengalami nyeri seperti menstruasi adalah hamil. Kram pada awal kehamilan umum terjadi saat otot-otot dinding rahim cenderung kontraksi menciptakan beberapa ruang dalam rahim untuk janin. Namun jika hasil dari tes kehamilan menyatakan negatif, maka kram menstruasi dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan lainnya.

    2. Menopause
    Ketika mendekati menopause, perempuan cenderung mendapatkan siklus haid yang tidak teratur. Dalam beberapa bulan terakhir, perempuan juga mungkin mengalami kram perut. Ini hanya merupakan indikasi menurunnya tingkat hormon reproduksi dalam tubuhnya.

    3. Kista ovarium
    Ada dua bentuk kista yang terbentuk di dalam ovarium, salah satunya adalah kista folikel yang menyebabkan tidak dapat melepaskan telur saat ovulasi dan ukurannya terus meningkat. Kista ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Secara umum, ini kista yang tidak ganas, tapi beberapa kasus kista ovarium memerlukan pengobatan.

    4. Autoimmune Oophoritis
    Hal ini menimbulkan kondisi peradangan yang mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel sendiri. Akibatnya, ovarium menyusut dan mengeras. Produksi hormon reproduksi turun dan bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Dalam kondisi ini, perempuan akan mengalami gejala seperti menstruasi tapi tidak ada perdarahan.

    5. Stenosis serviks
    Kram perut bisa menjadi gejala stenosis serviks, yaitu kondisi pembukaan serviks begitu sempit sehingga cenderung membatasi aliran menstruasi. Gejala yang paling umum adalah menstruasi tidak teratur dengan kram parah pada menstruasi sebelumnya.

    6. Kanker ovarium
    Salah satu penyebab kram perut diluar masa menstruasi adalah kanker ovarium. Kanker ovarium sangat sulit diidentifikasi karena memiliki banyak kesamaan dengan gejalan masalah kesehatan lainnya yang tidak serius, seperti sindrom iritasi usus besar.

    Beberapa gejala umum kanker ovarium adalah nyeri panggul, tekanan di perut bagian bawah, sering ingin buang air kecil, siklus menstruasi yang teratur dan pembengkakan abnormal pada perut. Jika terdeteksi pada tahap awal, kanker ovarium dapat diobati dengan berbagai bentuk pengobatan kanker seperti terapi radiasi, kemoterapi dan lainnya.




      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:29 am