Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes

    Post  daun.kuning on Tue Dec 28, 2010 10:42 am

    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes


    Pengidap diabetes sering khawatir menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan injeksi DMPA karena tak ingin kadar gulanya meningkat. Penelitian mengungkap peningkatan gula darah memang terjadi, namun tidak mengkhawatirkan.

    Kontrasepsi hormonal banyak digunakan karena relatif praktis dan tidak mengurangi kenyamanan dibanding metode lainnya seperti kondom. Namun kontrasepsi tersebut juga paling banyak memberikan efek samping, termasuk gangguan siklus menstruasi dan bercak hitam di wajah.

    Bagi pengidap diabetes, efek samping yang paling mengkhawatirkan dari penggunaan kontrasepsi hormonal adalah peningkatan kadar gula darah. Diduga hormon yang digunakan dapat mempengaruhi kerja insulin dalam memetabolieme gula.

    Baru-baru ini para ahli dari University of Texas Medical Branch di Galveston melakukan penelitian, khusus untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Penelitian itu dilakukan selama 3 tahun dan hasilnya akan dimuat dalam jurnal Obstetrics and Gynecology edisi Januari 2011.

    Penelitian tentang kontrasepsi hormonal yang diklaim sebagai yang terbesar ini menggunakan kontrasepsi hormonal berupa pil KB dan injeksi Depot medroxyprogesterone acetate (DMPA). Pembandingnya adalah kontrasepsi non hormonal seperti adalah kondom, pantang berkala dan sterilisasi.

    Hasilnya, injeksi DMPA serta pil KB memang memberikan peningkatan kadar gula dan insulin di dalam darah. Peningkatan terjadi secara konsisten hingga 30 bulan pertama pemakaian, dengan laju peningkatan paling besar terjadi pada 6 bulan pertama.

    Meski demikian, peneliti mengatakan bahwa peningkatan itu tidak cukup signifikan untuk memperburuk kondisi pengidap diabetes. Artinya, jenis kontrasepsi hormonal tetap aman digunakan meski punya gangguan pada insulin dan pengaturan kadar gula darah.

    "Perlu diteliti lebih lanjut bagaimana DMPA dan pil KB mempengaruhi diabetes. Namun setidaknya, penelitian ini bisa menenteramkan pengidap yang terlanjur memakai metode kontrasepsi ini," ungkap Dr Abbey Berenson dari Center for Interdisciplinary Research in Women's Health seperti dikutip dari Healthday.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 2:45 pm