Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes

    Share
    avatar
    daun.kuning

    272
    17.11.09

    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes

    Post  daun.kuning on Tue Dec 28, 2010 10:42 am

    Pil KB Aman Bagi Pengidap Diabetes


    Pengidap diabetes sering khawatir menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan injeksi DMPA karena tak ingin kadar gulanya meningkat. Penelitian mengungkap peningkatan gula darah memang terjadi, namun tidak mengkhawatirkan.

    Kontrasepsi hormonal banyak digunakan karena relatif praktis dan tidak mengurangi kenyamanan dibanding metode lainnya seperti kondom. Namun kontrasepsi tersebut juga paling banyak memberikan efek samping, termasuk gangguan siklus menstruasi dan bercak hitam di wajah.

    Bagi pengidap diabetes, efek samping yang paling mengkhawatirkan dari penggunaan kontrasepsi hormonal adalah peningkatan kadar gula darah. Diduga hormon yang digunakan dapat mempengaruhi kerja insulin dalam memetabolieme gula.

    Baru-baru ini para ahli dari University of Texas Medical Branch di Galveston melakukan penelitian, khusus untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Penelitian itu dilakukan selama 3 tahun dan hasilnya akan dimuat dalam jurnal Obstetrics and Gynecology edisi Januari 2011.

    Penelitian tentang kontrasepsi hormonal yang diklaim sebagai yang terbesar ini menggunakan kontrasepsi hormonal berupa pil KB dan injeksi Depot medroxyprogesterone acetate (DMPA). Pembandingnya adalah kontrasepsi non hormonal seperti adalah kondom, pantang berkala dan sterilisasi.

    Hasilnya, injeksi DMPA serta pil KB memang memberikan peningkatan kadar gula dan insulin di dalam darah. Peningkatan terjadi secara konsisten hingga 30 bulan pertama pemakaian, dengan laju peningkatan paling besar terjadi pada 6 bulan pertama.

    Meski demikian, peneliti mengatakan bahwa peningkatan itu tidak cukup signifikan untuk memperburuk kondisi pengidap diabetes. Artinya, jenis kontrasepsi hormonal tetap aman digunakan meski punya gangguan pada insulin dan pengaturan kadar gula darah.

    "Perlu diteliti lebih lanjut bagaimana DMPA dan pil KB mempengaruhi diabetes. Namun setidaknya, penelitian ini bisa menenteramkan pengidap yang terlanjur memakai metode kontrasepsi ini," ungkap Dr Abbey Berenson dari Center for Interdisciplinary Research in Women's Health seperti dikutip dari Healthday.


      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 3:49 pm