Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Amankah Seks Saat Hamil?

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Amankah Seks Saat Hamil?

    Post  via on Thu Dec 30, 2010 12:07 pm

    Amankah Seks Saat Hamil?



    Kehidupan seks yang sehat dapat menambah kenyamanan dan meringankan tingkat stres saat kehamilan. Namun beberapa pasangan khawatir tentang kegiatan seks mereka apakah membahayakan janin atau tidak.

    Kebanyakan pasangan ingin tahu apa saja kegiatan seks yang paling aman yang bisa dilakukan selama kehamilan. Untuk menjawab pertanyaan ini, pasangan harus mempertimbangkan kesehatan ibu, perkembangan kehamilan dan perasaan kedua
    pasangan. Berikut beberapa informasi penting lainnya seperti dikutip modern mom.

    Efek
    Pada kehamilan berisiko rendah, seks dianggap aman dan sehat. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, kenyamanan dan keingin akan seks pada wanita hamil harus dipastikan terlebih dahulu sebelum mulai berhubungan seks.

    Beberapa posisi seks dapat membuat wanita hamil tidak nyaman, jadi kesabaran mencari posisi seks yang nyaman merupakan kunci utama. Dalam kehamilan berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan untuk membatasi atau bahkan melarang kegiatan seks.

    Kurun waktu
    Selama trisemester pertama kehamilan, tubuh lebih sensitif dan mual. Pada masa ini seks bisa menjadi tidak nyaman, bahkan dorongan seksual kemungkinan menurun. Pada trimester kedua, biasanya dorongan seksual kembali dan mual sudah berkurang.

    Peningkatan berat badan pada trimester ketiga dapat membuat seks tidak nyaman, tetapi seks masih bisa dilakukan jika Anda dan pasangan menginginkan. Menurut Nemours Foundation, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan kegiatan seksual selama minggu-minggu terakhir kehamilan, karena sperma mengandung bahan kimia yang diyakini dapat merangsang kontraksi.

    Kehamilan berisiko tinggi
    Pada kehamilan berisiko tinggi, dokter cenderung untuk merekomendasikan pasangan tidak melakukan hubungan seks . Alasannya karena mudah terjadi pendarahan pada vagina, ketuban pecah dan pembukaan dini leher rahim atau plasenta pecah.

    Wanita yang memiliki riwayat sulit hamil atau melahirkan prematur juga mungkin dianjurkan untuk tidak berhubungan seks.

    Seks tidak menyebabkan keguguran
    Seks tidak akan menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sehat. Penetrasi juga tidak berbahaya bagi janin karena janin dilindungi oleh kantung ketuban dan lendir dalam rahim. Sebagian besar kasus keguguran terjadi karena masalah genetik atau masalah kesehatan lainnya.

    Orgasme dan kontraksi
    Orgasme dapat menyebabkan reaksi yang mirip dengan kontraksi. Hal itu bukanlah kontraksi ingin melahirkan dan tidak berhubungan dengan kelahiran prematur.


      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 10:16 am