Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gangguan Seks Perlukah Diterapi?

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Gangguan Seks Perlukah Diterapi?

    Post  flade on Sun Jan 02, 2011 3:06 pm

    Kapan Gangguan Seks Perlu Diterapi?


    Kelainan atau gangguan seksual kadang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan merusak hubungannya dengan pasangan. Lalu kapan seseorang membutuhkan terapi untuk gangguan seksualnya?

    Terapi seks adalah salah satu jenis psikoterapi, dengan melakukan terapi ini seseorang bisa menghilangkan kekhawatiran tentang fungsi seksual, perasaan seksual dan juga masalah keintiman. Terapi ini bisa dilakukan secara individual atau dengan pasangan.

    Umumnya orang akan merasa canggung atau malu ketika harus membicarakan masalah seksualnya. Namun jika masalah tersebut tidak tertangani dengan baik justru bisa memperburuk hubungan dengan pasangan yang memicu perceraian atau perselingkuhan.

    Terapi seks biasanya diberikan oleh psikolog, dokter atau terapis yang memiliki lisensi pelatihan khusus untuk masalah seks dan hubungan. Terapi ini umumnya dilakukan dalam jangka waktu pendek tergantung pada masalah yang dihadapinya.

    Seperti dikutip dari Mayo Clinic,terapi seks bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah seksual yang bisa mempengaruhi hubungan dengan pasangan. Seseorang membutuhkan bantuan terapi seks jika memiliki masalah seperti:

    • Khawatir tentang hasrat atau gairah seksual

    • Khawatir tentang minat atau orientasi seksualnya

    • Perilaku seksual kompulsif

    • Disfungsi ereksi

    • Ejakulasi dini

    • Bermasalah dalam hal mencapai orgasme (anorgasmia)

    • Nyeri saat berhubungan (dyspareunia)

    • Masalah keintiman yang terkait dengan kondisi kronis atau kecacatan

    Jika gangguan seksual tersebut sudah mengganggu hubungan dengan pasangan atau menimbulkan rasa ketidaknyamanan, maka seseorang harus membicarakannya dengan terapis. Setelah terapis memahami permasalahan seksual yang dihadapi, maka akan dibahas cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serta meningkatkan komunikasi dan keintiman.

    Jika sudah memiliki pasangan biasanya terapi akan melibatkan pasangan dalam beberapa pertemuan dan memberikan tugas yang harus dilakukan oleh keduanya, yaitu:

    • Membaca bersama tentang teknik seksual

    • Memperlamat dan fokus pada penginderaan dalam hubungan seksual

    • Mengubah cara berinteraksi dengan pasangan saat berhubungan seks.


    Sebagian besar masalah seks yang membutuhkan bantuan terapi berkaitan dengan berbagai masalah mendasar seperti stres, kecemasan atau depresi. Meski dalam kasus tertentu disebabkan oleh penyakit kronis, efek samping pengobatan atau efek pasca operasi.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 10:40 pm