Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Gangguan Seks Perlukah Diterapi?

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Gangguan Seks Perlukah Diterapi?

    Post  flade on Sun Jan 02, 2011 3:06 pm

    Kapan Gangguan Seks Perlu Diterapi?


    Kelainan atau gangguan seksual kadang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan merusak hubungannya dengan pasangan. Lalu kapan seseorang membutuhkan terapi untuk gangguan seksualnya?

    Terapi seks adalah salah satu jenis psikoterapi, dengan melakukan terapi ini seseorang bisa menghilangkan kekhawatiran tentang fungsi seksual, perasaan seksual dan juga masalah keintiman. Terapi ini bisa dilakukan secara individual atau dengan pasangan.

    Umumnya orang akan merasa canggung atau malu ketika harus membicarakan masalah seksualnya. Namun jika masalah tersebut tidak tertangani dengan baik justru bisa memperburuk hubungan dengan pasangan yang memicu perceraian atau perselingkuhan.

    Terapi seks biasanya diberikan oleh psikolog, dokter atau terapis yang memiliki lisensi pelatihan khusus untuk masalah seks dan hubungan. Terapi ini umumnya dilakukan dalam jangka waktu pendek tergantung pada masalah yang dihadapinya.

    Seperti dikutip dari Mayo Clinic,terapi seks bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah seksual yang bisa mempengaruhi hubungan dengan pasangan. Seseorang membutuhkan bantuan terapi seks jika memiliki masalah seperti:

    • Khawatir tentang hasrat atau gairah seksual

    • Khawatir tentang minat atau orientasi seksualnya

    • Perilaku seksual kompulsif

    • Disfungsi ereksi

    • Ejakulasi dini

    • Bermasalah dalam hal mencapai orgasme (anorgasmia)

    • Nyeri saat berhubungan (dyspareunia)

    • Masalah keintiman yang terkait dengan kondisi kronis atau kecacatan

    Jika gangguan seksual tersebut sudah mengganggu hubungan dengan pasangan atau menimbulkan rasa ketidaknyamanan, maka seseorang harus membicarakannya dengan terapis. Setelah terapis memahami permasalahan seksual yang dihadapi, maka akan dibahas cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serta meningkatkan komunikasi dan keintiman.

    Jika sudah memiliki pasangan biasanya terapi akan melibatkan pasangan dalam beberapa pertemuan dan memberikan tugas yang harus dilakukan oleh keduanya, yaitu:

    • Membaca bersama tentang teknik seksual

    • Memperlamat dan fokus pada penginderaan dalam hubungan seksual

    • Mengubah cara berinteraksi dengan pasangan saat berhubungan seks.


    Sebagian besar masalah seks yang membutuhkan bantuan terapi berkaitan dengan berbagai masalah mendasar seperti stres, kecemasan atau depresi. Meski dalam kasus tertentu disebabkan oleh penyakit kronis, efek samping pengobatan atau efek pasca operasi.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 3:43 am