Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Alat Kelamin Pria Masih Bisa 'Berdiri' Setelah Meninggal

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Alat Kelamin Pria Masih Bisa 'Berdiri' Setelah Meninggal

    Post  flade on Fri Jan 14, 2011 6:07 am


    Alat Kelamin Pria Masih Bisa 'Berdiri' Setelah Meninggal


    Sebagian pria harus mengonsumsi obat kuat untuk mengatasi lemah syahwat yang membuatnya kehilangan kemampuan ereksi. Di sisi lain, ada sebagian pria yang masih bisa mengalami ereksi (penis berdiri) bahkan setelah berada dalam kondisi tidak bernyawa.

    Dalam bahasa ilmiah, gangguan yang menyebabkan penis mengalami ereksi secara tidak wajar disebut priapism. Pada manusia yang masih hidup, kondisi ini dapat menyebabkan penis mengalami ereksi dalam waktu lama hingga menimbulkan rasa nyeri hebat.

    Meski lebih jarang, priapism juga bisa terjadi pada wanita. Namun karena tidak memiliki penis, wanita mengalami ereksi atau ketegangan semacam itu di jaringan klitoris dan kadang-kadang di labia atau bibir vagina baik bibir luar maupun bibir dalam.

    Penyebabnya ada bermacam-macam, salah satunya pengaruh obat-obatan termasuk viagra (sildenafril). Penyebab
    lainnya adalah cedera pada sumsum tulang belakang yang menyebabkan aliran darah terkonsentrasi ke alat kelamin meski tidak ada rangsang seksual.

    Priapism tidak hanya terjadi pada manusia yang masih hidup, bahkan mayat sekalipun bisa mengalami kondisi yang dinamakan postmortem proapism. Tak jarang kondisi tersebut dijumpai dalam beberapa kasus kematian yang tidak wajar, terutama akibat gantung diri dalam posisi vertikal.

    Dikutip dari Blindloop,salah satu penjelasan atas fenomena yang juga disebut angel lust alias nafsu malaikat ini adalah pengaruh gravitasi. Ketika mayat dalam posisi tergantung, aliran darah akan terkonsentrasi di bagian bawah tubuh termasuk alat kelamin sehingga tampak menegang.

    Tekanan pada otak kecil juga bisa memicu aliran darah ke alat kelamin, sesaat sebelum denyut jantung berhenti. Pemicu tekanan tersebut tak lain adalah jeratan tali pada saat gantung diri atau mengalami kecelakaan yang membuat leher terjerat.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 11:17 pm