Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kenapa Suara Berisik Bikin Stress?

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Kenapa Suara Berisik Bikin Stress?

    Post  pravda on Sat Jan 15, 2011 12:10 am

    Kenapa Suara Berisik Bikin Stres?


    Beberapa orang ada yang ingin marah-marah atau stresnya meningkat jika mendengarkan suara yang keras atau berisik baik dari musik, suara mesin atau apapun. Kenapa suara keras bikin stres?

    "Latar belakang suara yang bising atau terlalu keras dalam pekerjaan, rumah atau sekolah bisa mengganggu konsentrasi seseorang, kondisi ini akan membuat kadar stres meningkat," ujar Mark AW Andrews, direktur dan profesor psikologi dari Lake Erie College of Osteopathic Medicine di Seton Hill University, Greensburg, seperti dikutip dari Scientificamerican.

    Hal ini juga diamini oleh National Institute for Occupational Safety and Health yang mengungkapkan kebisingan bisa meningkatkan tingkat stres dan mempengaruhi kesehatan seseorang seperti tekanan darah tinggi, penyakit koroner, tukak lambung (maag) dan sakit kepala atau migrain. Selain itu juga bisa memperburuk kondisi kesehatan seseorang yang sudah ada.

    Beberapa studi telah menunjukkan bahwa stres akibat suara yang bising bisa memicu pelepasan kortisol (hormon stres). Kelebihan hormon ini bisa merusak fungsi di bagian prefrontal korteks yaitu pusat pembelanjaran emosional. Daerah ini juga berfungsi mengatur fungsi perencanaan, penalaran dan pengendalian rangsangan atau impuls.

    Beberapa bukti terbaru bahkan menuturkan bahwa korteks prefrontal juga menyimpan memori jangka pendek. Karenanya gangguan pada daerah ini akibat suara bising bisa menghambat kemampuan seseorang berpikir jernih dan menyimpan informasi.

    Jika stres akibat suara berisik yang didengarnya terjadi terus menerus bisa menyebabkan penurunan fungsi otak yang lebih tinggi lagi, terutama terhadap proses pembelajaran dan juga memori.

    Selain menyebabkan orang marah-marah, suara berisik juga bisa memicu masalah pada sistem pendengaran seperti tuli. Hal ini karena suara yang keras atau berisik bisa memekakkan telinga dan merusak pendengaran. Semakin dini seseorang mendengarkan musik atau suara-suara keras, semakin cepat kemungkinan ia menjadi tuli.




      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:20 pm