Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Otak Gay dan Heteroseks Berbeda Saat Cium Bau Keringat

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Otak Gay dan Heteroseks Berbeda Saat Cium Bau Keringat

    Post  clara on Wed Jan 19, 2011 6:21 am

    Otak Gay dan Heteroseks Berbeda Saat Cium Bau Keringat


    Penampilan laki-laki yang menyukai sesama jenis alias gay kadang terlihat sama seperti laki-laki heteroseks yang menyukai lawan jenis. Perbedaan keduanya hanya bisa diketahui dari aktivitas otak, terutama saat mencium bau keringat.

    Penampilan saja tidak bisa menentukan orientasi seks seorang laki-laki. Jika dulu gay identik dengan kaus ketat, celana jins ketat, sandal dan juga tas bahu, kini tak semua gay memiliki ciri-ciri seperti itu. Beberapa di antaranya bahkan terlihat sama dengan laki-laki pada umumnya.

    Seperti dikutip dari NYTimes, sangat sulit membedakan antara laki-laki gay dengan laki-laki heteroseks berdasarkan penampilan, karena laki-laki normal bisa saja berpenampilan seperti gay, begitu pun sebaliknya.

    Banyak juga yang menyamakan antara gay dengan metroseksual yang mengarah pada hal-hal feminin seperti pergi ke salon atau memakai pakaian berwarna merah muda. Padahal gay tidak bisa disamakan dengan metroseksual, karena gay memiliki perbedaan pada orientasi seksualnya dan bukan sekedar pada selera berpenampilan.

    Sebuah studi tahun 2005 menuturkan salah satu hal yang membedakan laki-laki gay dengan heteroseks adalah respons yang berbeda ketika mencium bau keringat laki-laki.

    Ketika laki-laki homoseksual mencium bau keringat sesamanya, maka otak laki-laki homoseksual akan merespons bahan kimia dalam hormon testosteron sama seperti respons perempuan terhadap laki-laki.

    Hasil temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas otak dan orientasi seksual saling berhubungan. Senyawa dalam testosteron akan mengaktifkan hipotalamus pada laki-laki homoseks dan perempuan heteroseks, tapi tidak pada laki-laki heteroseks. Sebaliknya senyawa estrogen lah yang mengaktifkan hipotalamus pada laki-laki heteroseks.

    "Ini menunjukkan respons fisiologis yang berbeda terhadap stimulus eksternal yang sama, respons ini terjadi di wilayah otak yang terlibat dalam perilaku reproduksi," ujar Ivanka Savic, ahli saraf dari Karolinska Institute, seperti dilansir nationalgeographic.com.

    Satu hal yang perlu diingat adalah stereotip seringkali tidak mencerminkan realitas yang ada, seseorang yang muncul dengan stereotip gay mungkin saja tidak dan sebaliknya. Meskipun sulit menentukan apakah seseorang gay atau heteroseks, kadang insting bisa memberikan jawabannya.

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:17 pm