Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Yang perlu diketahui dari Rematik

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Yang perlu diketahui dari Rematik

    Post  flade on Fri Jan 21, 2011 12:21 am

    Yang Harus Diketahui dari Rematik


    Rematik merupakan salah satu penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup. Meski sebenarnya bisa dikurangi dampaknya, pemahaman yang salah tentang penyakit ini sering membuatnya makin parah hingga berujung pada kecacatan.

    Pengobatan rematik umumnya memang tidak benar-benar menyembuhkan, namun jika dilakukan secara teratur bisa meredakan gejala-gejala sehingga pasien bisa beraktivitas secara mandiri. Sebaliknya jika dihentikan misalnya karena bosan, penyakit akan tambah parah.

    "Ketidaktahuan sering membuat penyakit ini makin parah. Dalam beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, penderita rematik stres karena penyakitnya tidak sembuh-sembuh lalu bunuh diri," ungkap Dr Bambang Setyohadi, pakar rheumatologi dari UI dalam jumpa pers 'Pfizer: 10 Tahun Beraksi Atasi Rematik' di Plasa FX, Jakarta.

    Bukan cuma pengobatan yang tidak teratur, mitos-mitos keliru seringkali memperburuk kondisi penderita rematik. Misalnya dengan mengghindari makanan-makanan tertentu, yang sebenarnya tidak berhubungan dengan penyakitnya.

    Dalam kesempatan tersebut Dr Bambang meluruskan beberapa mitos seputar rematik yang banyak berkembang di masyarakat. Berikut ini adalah penjelasannya soal benar tidaknya mitos-mitos tersebut.

    Mitos: Rematik hanya menyerang orang tua
    Fakta: Orang dewasa berusia di atas 45 tahun memang lebih berisiko untuk mengalami rematik, namun bukan berarti anak kecil tidak bisa terkena. Bahkan salah satu pasien Dr Bambang adalah anak usia 3 tahun yang menderita rematik jenis Juvenile Rheumatoid Arthritis.

    Mitos: Udara dingin dan mandi tengah malam bikin rematik
    Fakta: Suhu dingin memang dapat menyebabkan kapsul sendi mengkerut sehingga memicu rasa nyeri pada orang yang sudah terkena rematik, sehingga disarankan untuk mandi dengan air hangat. Namun bagi orang sehat, belum ada satupun penelitian yang membuktikan bahwa mitos itu benar.

    Mitos: Penderita rematik dilarang makan emping dan jeroan
    Fakta: Gout atau pirai adalah jenis asam urat yang disebabkan oleh endapan asam urat, yang kadarnya bisa meningkat karena konsumsi jenis makanan tersebut. Namun dari 100 jenis rematik, hanya gout yang mengharuskan penderitanya menjauhi asam urat.

    Mitos: Penderita rematik dilarang makan bayam dan kangkung
    Fakta: Tidak ada penelitian yang menghubungkan rematik dengan jenis sayuran tersebut. Satu-satunya jenis rematik yang berhubungan dengan makanan hanya gout atau asam urat, itupun terbatas pada jenis makanan yang banyak mengandung purin seperti jeroan, seafood dan alkohol.

    Mitos: Rematik adalah penyakit keturunan
    Fakta: Beberapa jenis rematik seperti rheumatoid arthritis dan systemic lupus eryhematosus memang dipicu oleh faktor keturunan. Namun sebagian besar rematik lebih disebabkan oleh gaya hidup dan faktor penuaan, sehingga hampir semua orang punya risiko.

    Mitos: Pembengkakan sendi pada rematik harus diatasi dengan antibiotik
    Fakta: Antibiotik hanya diberikan pada radang yang dipicu atau diserttai dengan infeksi. Tidak semua jenis rematik disebabkan oleh infeksi, sehingga tidak selalu butuh antibiotik sekalipun terjadi radang atau pembengkakan.

    Mitos: Sakit tulang pada malam hari adalah gejala rematik
    Fakta: Nyeri dan kekakuan pada tulang atau sendi adalah hal yang wajar saat terkena udara dingin misalnya pada malam hari. Gejala tersebut baru bisa dikatakan sebagai pertanda rematik jika muncul sewaktu-waktu, termasuk pada siang hari saat udara terasa hangat.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 7:30 pm