Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Penyebab Pusar Bau

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Penyebab Pusar Bau

    Post  flade on Wed Jan 26, 2011 9:12 am

    Ini Dia yang Bikin Pusar Berbau Tak Sedap


    Pusar atau udel jarang sekali mendapat perhatian untuk dibersihkan, padahal menjaga kebersihan area pusar sama pentingnya dengan mencuci tangan atau kaki. Beberapa kondisi bahkan membuat pusar berbau busuk dan tidak sedap. Apa saja?

    Pusar atau secara medis disebut umbilikus pada dasarnya merupakan bekas luka setelah kelahiran. Kebanyakan orang tidak menaruh perhatian khusus pada pusar. Tetapi ada keadaan tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pusar secara penuh.

    Salah satunya adalah pusar mengeluarkan cairan yang berbau busuk. Hal ini tidak hanya menjengkelkan tetapi juga bisa membuat orang malu.

    Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan pusar berbau tidak sedap seperti dilansir Buzzle,

    1. Debu
    Debu yang terperangkap di dalam pusar dapat menyebabkan iritasi pada kulit, yang akhirnya menyebabkan infeksi.

    2. Peradangan
    Akumulasi nanah dari jaringan yang meradang sekitarnya dapat membuat pusar berbau busuk. Bau ini disebabkan oleh keberadaan bakteri anaerob.

    3. Kista Urachal
    Kista ini terjadi bila saluran yang terhubung ke tali pusar janin tidak menutup. Jadi mungkin membengkak dan dapat menyebabkan kebocoran lendir atau urine. Kondisi ini termasuk langka dan dengan dapat diobati dengan bantuan operasi.

    Kista urachal disertai dengan rasa sakit di perut dan peningkatan suhu tubuh. Kista bisa pecah di dalam dan cairan yang merembes keluar dapat menyebabkan bau yang busuk.

    4. Candidiasis
    Ini adalah bercak putih yang dapat terjadi pada pusar yang disebabkan oleh jamur candida. Jamur ini tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah berada pada risiko yang lebih tinggi karena tubuh menjadi tidak mampu untuk mengekang pertumbuhan jamur.

    5. Patent Urachus
    Tabung urachus adalah tabung kecil menghubungkan kandung kemih janin ke tali pusat. Dalam beberapa kasus, tabung urachus gagal menutup setelah lahir sehingga menyebabkan patent urachus.

    6. Infeksi jamur
    Penyebab lain bau dari pusar adalah infeksi jamur. Infeksi jamur pusar ditandai dengan gatal yang menyakitkan dan rasa terbakar.

    7. Sepsis-Septicemia
    Hal ini disebabkan karena infeksi yang diakibatkan penggunaan tindik di pusar. Piercing atau tindik di pusar sering menyebabkan pendarahan, yang bila terkontaminasi oleh patogen bisa menyebabkan infeksi. Infeksi ini biasanya mengeluarkan cairan hijau kekuningan yang disebut sepsis-septicemia.

    Tapi tidak perlu khawatir karena banyak pengobatan yang efektif untuk mengatasi bau busuk dari pusar. Beberapa cara yang sering dilakukan antara lain seperti berikut:

    • Coba krim anti jamur atau juga bisa menggunakan yogurt pada infeksi jamur

    • Mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan gatal karena infeksi jamur

    • Tempatkan es batu di perut untuk menghilangkan rasa gatal sehingga pusar tidak semakin infeksi karena digaruk

    • Bersihkan pusar dengan air garam untuk mengurangi infeksi dan bau busuk

    • Usahakan daerah sekitar pusar tidak lembab untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Jika pusar berkeringat, sering berikan bedak untuk menghindari kondisi yang menguntungkan bagi bakteri atau jamur.

    • Dalam kasus kista urachal, bersihkan area pusar dengan sabun anti bakteri setidaknya sekali dalam sehari. Juga gunakan klorida benzalkonium atau peroksida hidrogen pada kista 4-5 kali sehari.

    • Dalam kondisi parah perlu dilakukan pembedahan.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 2:12 pm