Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Bentuk Otak Orang yang Sudah Menikah 20 Tahun

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Bentuk Otak Orang yang Sudah Menikah 20 Tahun

    Post  flade on Wed Jan 26, 2011 9:14 am

    Beginilah Otak Orang yang Sudah Menikah 20 Tahun


    Beberapa orang beranggapan bahwa cinta akan memudar setelah pasangan menikah bertahun-tahun. Sebenarnya bagaimana aktivitas otak pasangan yang sudah menikah selama 20 tahun?

    Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam edisi Desember Social Cognitive and Affective Neuroscience menunjukkan orang-orang yang mengatakan ia masih jatuh cinta dengan pasangannya meski sudah dua dekade menikah bukanlah sesuatu yang gila atau berbohong.

    Hal ini berdasarkan hasil scan MRI otak orang yang sudah lama menikah dan masih menikmati pernikahannya. Studi ini menunjukkan bahwa ada beberapa pasangan yang masih tetap tergila-gila dengan pasangannya meski sudah 20 tahun menikah.

    Teori yang berlaku mengenai cinta adalah seseorang akan tergila-gila dengan pasangannya di awal-awal hubungan, tapi setelah beberapa tahun pasangan akan menjadi kurang bergairah dan bisa digantikan oleh cinta lainnya. Namun hal ini tidak terjadi pada semua pasangan.

    Bianca Acevedo dan Arthur Aron dari Departemen Psikologi di Stony Brook University, New York melakukan studi untuk menyelidikinya. Studi ini melibatkan 17 orang yang mengaku masih jatuh cinta dengan pasangannya meski rata-rata usia pernikahannya sudah mencapai 21 tahun.

    Peneliti membandingkan scan otak pasangan ini dengan orang-orang yang baru jatuh cinta. Dalam beberapa hal didapatkan ada aktivitas otak yang sangat mirip.

    Pada orang yang baru jatuh cinta menunjukkan aktivitas di daerah yang kaya dopamin ketika melihat atau memikirkan pasangannya. Hal ini berarti Ventral Tegmental Area (VTA) yang merupakan bagian dari pusat reward menunjukkan banyak aktivitas.

    Kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang sudah bertahun-tahun menikah. Tapi tidak seperti orang yang baru jatuh cinta, otak orang yang sudah jatuh cinta bertahun-tahun tidak menunjukkan aktivitas antar daerah yang terkait dengan kecemasan dan ketakutan.

    "Individu dalam hubungan jangka panjang mungkin mengalami kegembiraan, daya tarik seksual, keterlibatan dan intensitas yang terkait dengan cinta romantis. Tapi umumnya ia memiliki rasa gelisah dan pikiran mengganggu yang jauh lebih sedikit dibanding individu yang baru jatuh cinta," ujar Acevedo, seperti dikutip dari Healthland.Time.com.

    Selain itu hasil scan juga menunjukkan adanya aktivasi lebih banyak di daerah otak yang berkaitan dengan cinta ibu atau ikatan dengan pasangan.

    Penelitian lain yang dilakukan Aron telah membuatnya yakin bahwa pasangan yang paling sukses adalah pasangan yang mana saling membantu mengembangkan idenya masing-masing, dan pasangan yang masih jatuh cinta dilaporkan sering melakukan hubungan seks (tentunya disesuaikan dengan usia).

    "Studi ini adalah berita baik bagi pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun atau pernikahan jangka panjang," ungkap Aron.

      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 3:48 pm