Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bayi Lahir Kecil Berisiko Kena Diabetes Saat Dewasa

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Bayi Lahir Kecil Berisiko Kena Diabetes Saat Dewasa

    Post  flade on Wed Feb 02, 2011 10:01 am

    Bayi Lahir Kecil Berisiko Kena Diabetes Saat Dewasa


    Kekurangan gizi saat hamil dan juga lahir prematur bisa membuat anak lahir dengah bobot kecil. Kondisi ini bisa berbahaya karena lahir dengan bobot kurang dari 2,5 kg bisa meningkatkan anak menderita diabetes dan jantung saat dewasa.

    Kenapa bayi berat badan rendah bisa kena diabetes?

    Menurut Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof Ir H Hardiansyah,MS.,PhD, bayi yang lahir dengan berat badan rendah tentunya memiliki organ yang internal yang kecil. Organ internal akhirnya membuat si anak tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuhnya.

    "Kalau berat badan kecil maka pankreasnya juga kecil dan tidak sempurna, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan insulin tubuh. Apalagi biasanya orangtua memaksa anak yang lahirnya kecil untuk jadi gemuk ketika sudah masuk usia anak-anak dan remaja. Ini semakin membuat organ tidak mampu mencukupi kebutuhan tubuhnya, akhirnya ya berisiko penyakit-penyakit berbahaya seperti diabetes, jantung dan stroke," lanjut Prof Hardiansyah, yang juga merupakan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia," jelas Prof Hardiansyah.

    Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram (2,5 kg) termasuk dalam berat badan rendah, sedangkan jika lahir dengan berat badan kurang dari 1.500 gram (1,5 kg) termasuk dalam berat badan sangat rendah.

    Faktor penyebab bayi dengan berat badan rendah antara lain kurang gizi saat kehamilan, lahir sebelum waktunya (prematur) atau karena usia kehamilannya yang memang kecil.

    "Kekurangan gizi saat hamil bisa membuat anak lahir dengan berat badan kecil. Kalau beratnya kurang dari 2.500 gram, maka ketika umur 35-45 tahun lebih berisiko kena diabetes, hipertensi dan kolesterol tinggi, yang jadi paket hemat untuk menuju alam selanjutnya," jelas Prof Hardiansyah.

    Prof Hardiansyah menuturkan bahwa berat ideal bayi lahir adalah 2,5-3 kg. Bayi yang lahir dengan berat badan berlebih pun tidak baik, karena selain membahayakan kesehatan si bayi sendiri, bayi yang lahir terlalu besar bisa membahayakan si ibu.

    "Ibunya jadi cepat mengalami pengeroposan tulang, karena ketika hamil kebutuhan akan zink, zat besi, kalsium dan zat gizi lainnya diserap oleh si janin," jelas Prof Hardiansyah.

    Untuk itu, Prof Hardiansyah mengatakan bahwa pemenuhan gizi untuk ibu hamil sangatlah penting, baik bagi ibu dan juga bayi yang dilahirkannya.

    "Ibu hamil kalau makan harus sampai kenyang. Beda dengan orang dewasa dan lansia yang harus berhenti makan sebelum merasa kenyang, ibu hamil harus berhenti makan setelah dia merasa kenyang," tutup Prof Hardiansyah.

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:40 pm