Y3hoo Forum Bicara Cinta

Selamat Datang di Portal Y3hoo



terima kasih atas kunjungan anda


Forum Gaul dan Informasi

Y3hoo Multi Bahasa

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Menangani Anak yang Sulit Makan
Yesterday at 9:52 am by lea

» Bahaya Punya Poni Samping
Yesterday at 9:38 am by lea

» 5 Cara Unik PDKT yang Sulit Ditolak Pria
Sat May 19, 2012 2:08 am by kuning

» Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
Sat May 19, 2012 2:04 am by kuning

» Bisnis Menggiurkan: Jasa Persewaan Pacar
Fri May 18, 2012 7:12 am by flade

» Jantung Sehat dengan Makan Ikan Dua Kali Seminggu
Thu May 17, 2012 9:11 am by via

» Facebook Bisa Buat Orang Khawatirkan Bentuk Tubuh
Thu May 17, 2012 9:08 am by via

» Kenali 5 Tanda Pasangan yang Cemburu Buta
Wed May 16, 2012 6:54 am by via

» Cemburu yang Berlebihan & Pengaruhnya Pada Pernikahan
Wed May 16, 2012 6:46 am by via

Sponsor Y3hoo

Bisnis Dahsyat tanpa modal

Image hosted by servimg.com
Image hosted by servimg.com
Image hosted by servimg.com
Kontak Jodoh
Image hosted by servimg.com

    Taman Kupu-kupu

    Share

    BayanPrisma

    55
    Lokasi: Jakarta
    30.01.09

    Taman Kupu-kupu

    Post  BayanPrisma on Thu Mar 19, 2009 11:37 am

         

    7.500 Bibit Kembang untuk Lestarikan Kupu-kupu Bantimurung


    Makassar, (ANTARA News) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel, kini mengembangkan sekitar 7.500 bibit dari berbagai jenis tanaman yang menghasilkan kembang untuk membantu melestarikan spesies kupu-kupu yang hidup di Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung, Kabupaten Maros.

    "Salah satu upaya kami untuk menyelamatkan species kupu-kupu yang mulai berkurang itu adalah melakukan restorasi dan preservasi melalui penangkaran kupu-kupu di TWA Pattunuang ini, termasuk menanam aneka jenis kembang," kata Ir Edi Djuharsah, Kepala BKSDA Sulsel, Kamis (16/3).

    Menurut dia, dengan menanam dan mengembangkan tanaman yang menghasilkan aneka kembang atau bunga itu, diharapkan dapat menjadi habitat bagi pengembangan kupu-kupu yang makanan utamanya sari pati bunga itu.

    "Kita telah memperbanyak tanaman berbunga yakni sekitar 7.500 bibit yang diharapkan dapat menghasilkan nektar untuk pakan kupu-kupu dalam kawasan Taman Wisata Alam Gua Pattunuang ini, guna menunjang penangkaran," ungkapnya.

    Adapun jenis tananaman yang dikembangkan untuk pakan kupu-kupu itu di antaranya, asoka, sirsak, jeruk, kembang sepatu dan aristrochia. Selain itu, tanaman berdaun lainnya seperti murbei dan tumbuhan inang sebagai tempat kupu-kupu bernaung, bertelur atau meletakkan kepompong juga diperbanyak.

    Menurut Edi, BKSDA juga telah mencari habitat yang cocok bagi kupu-kupu, termasuk mengatur distribusi air, sementara untuk menambah populasi kupu-kupu melalui demplot penangkaran, Sub Balai KSDA Sulsel telah mendatangkan delapan jenis kupu-kupu dari luar Bantimurung beberapa waktu lalu.

    Kupu-kupu yang diambil dari luar Sulsel itu adalah delapan jenis kupu-kupu dari Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah yakni papilio polytes, papilio gigon, papilio ascalapus, papilio sataspes, ideopsia triae, hypolinmas bolina, graphium migon dan valerisa tritae.

    "Jenis kupu-kupu tersebut sengaja didatangkan dari Lore Lindu karena sudah sulit dijumpai di kawasan Bantimurung," ujarnya.

    Kupu-kupu Bantimurung sangat penting dilestarikan, selain untuk restorasi dan preservasi yang bertujuan menjaga kelestarian kupu-kupu, juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Karena itu, jika penangkaran dimaksudkan untuk restorasi dan preservasi, maka 100 persen hasilnya harus dilepas ke alam, sementara penangkaran yang dilakukan oleh masyarakat untuk tujuan eksploitasi, yang dilepas ke alam cukup 20 persennya saja.

    "Sisanya sekitar 80 persen bisa dijual untuk pasar lokal maupun ekspor, dengan catatan kupu-kupu itu bukan kupu-kupu langka," kuncinya.(*)

      Waktu sekarang Mon May 21, 2012 5:43 am