Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Taman Kupu-kupu

    Share

    BayanPrisma

    55
    Lokasi : Jakarta
    30.01.09

    Taman Kupu-kupu

    Post  BayanPrisma on Thu Mar 19, 2009 11:37 am

         

    7.500 Bibit Kembang untuk Lestarikan Kupu-kupu Bantimurung

    Makassar, (ANTARA News) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel, kini mengembangkan sekitar 7.500 bibit dari berbagai jenis tanaman yang menghasilkan kembang untuk membantu melestarikan spesies kupu-kupu yang hidup di Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung, Kabupaten Maros.

    "Salah satu upaya kami untuk menyelamatkan species kupu-kupu yang mulai berkurang itu adalah melakukan restorasi dan preservasi melalui penangkaran kupu-kupu di TWA Pattunuang ini, termasuk menanam aneka jenis kembang," kata Ir Edi Djuharsah, Kepala BKSDA Sulsel, Kamis (16/3).

    Menurut dia, dengan menanam dan mengembangkan tanaman yang menghasilkan aneka kembang atau bunga itu, diharapkan dapat menjadi habitat bagi pengembangan kupu-kupu yang makanan utamanya sari pati bunga itu.

    "Kita telah memperbanyak tanaman berbunga yakni sekitar 7.500 bibit yang diharapkan dapat menghasilkan nektar untuk pakan kupu-kupu dalam kawasan Taman Wisata Alam Gua Pattunuang ini, guna menunjang penangkaran," ungkapnya.

    Adapun jenis tananaman yang dikembangkan untuk pakan kupu-kupu itu di antaranya, asoka, sirsak, jeruk, kembang sepatu dan aristrochia. Selain itu, tanaman berdaun lainnya seperti murbei dan tumbuhan inang sebagai tempat kupu-kupu bernaung, bertelur atau meletakkan kepompong juga diperbanyak.

    Menurut Edi, BKSDA juga telah mencari habitat yang cocok bagi kupu-kupu, termasuk mengatur distribusi air, sementara untuk menambah populasi kupu-kupu melalui demplot penangkaran, Sub Balai KSDA Sulsel telah mendatangkan delapan jenis kupu-kupu dari luar Bantimurung beberapa waktu lalu.

    Kupu-kupu yang diambil dari luar Sulsel itu adalah delapan jenis kupu-kupu dari Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah yakni papilio polytes, papilio gigon, papilio ascalapus, papilio sataspes, ideopsia triae, hypolinmas bolina, graphium migon dan valerisa tritae.

    "Jenis kupu-kupu tersebut sengaja didatangkan dari Lore Lindu karena sudah sulit dijumpai di kawasan Bantimurung," ujarnya.

    Kupu-kupu Bantimurung sangat penting dilestarikan, selain untuk restorasi dan preservasi yang bertujuan menjaga kelestarian kupu-kupu, juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Karena itu, jika penangkaran dimaksudkan untuk restorasi dan preservasi, maka 100 persen hasilnya harus dilepas ke alam, sementara penangkaran yang dilakukan oleh masyarakat untuk tujuan eksploitasi, yang dilepas ke alam cukup 20 persennya saja.

    "Sisanya sekitar 80 persen bisa dijual untuk pasar lokal maupun ekspor, dengan catatan kupu-kupu itu bukan kupu-kupu langka," kuncinya.(*)

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 7:00 am