Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Makin Buncit Perut Makin cepat Pikun

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Makin Buncit Perut Makin cepat Pikun

    Post  via on Wed Feb 09, 2011 12:24 am

    Makin Buncit Perut, Makin Cepat Pikun


    Serangan jantung bukan satu-satunya ancaman bagi pemilik perut buncit dan tekanan darah tingi. Bagi yang lolos dari ancaman paling mematikan tersebut, masih ada risiko lain yakni kemunduran fungsi kognitif alias pikun lebih cepat.

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi serta perut buncit alias obesitas sentral merupakan beberapa gejala yang ditemukan pada penderita sindrom metabolik. Gejala lainnya adalah kadar gula dan kolesterol jahat yang lebih tinggi dari normal.

    Sindrom metabolik sejak lama dihubungkan dengan risiko berbagai penyakit mematikan di antaranya adalah diabetes, serangan jantung dan stroke. Bagi pria, risiko lain yang tersembunyi di balik sindrom metabolik adalah impotensi atau lemah syahwat.

    Baru-baru ini, sebuah penelitian di University Victor Segalen Bordeaux 2 di Prancis menambah panjang daftar risiko kesehatan di balik sindrom metabolik. Risiko terbaru yang terungkap adalah pikun atau kemunduran fungsi kognitif yang lebih cepat dibandingkan umur rata-rata.

    Penelitian yang melibatkan lebih dari 7.000 orang tersebut mengungkap, 16 persen pria dan wanita di Prancis yang berusia 65 tahun ke atas mengidap sindrom metabolik. Artinya selain memiliki perut buncit, banyak di antara responden punya risiko tekanan darah tinggi.

    Kondisi ini ternyata berpengaruh pada hasil tes kognitif atau kemampuan mengingat yang diberikan oleh para peneliti. Pada partisipan yang memiliki sinrom metabolik, skornya teramati sekitar 13 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata skor pada kelompok partisipan yang sehat.

    "Penelitian ini juga menyimpulkan, penanganan yang baik terhadap gangguan-gangguan yang berhubungan dengan sindrom metabolik yang meliputi hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) dan hipertensi, bisa menunda pikun," ungkap salah satu peneliti, Christelle Raffaitin seperti dikutip dari USA Today.

    Para peneliti berharap, dalam riset berikutnya akan terungkap dengan lebih spesifik faktor apa yang sebenarnya menyebabkan pengidap sindrom metabolik menjadi lebih cepat pikun.

    Jika berhasil, para peneliti berniat mengembangkan obat untuk sindrom metabolik yang sekaligus bisa mencegah atau menunda pikun.

    Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal online Neurology.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:54 am