Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Orang yang sering Alergi lebih jarang kena Kanker Otak

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Orang yang sering Alergi lebih jarang kena Kanker Otak

    Post  flade on Fri Feb 11, 2011 12:30 am

    Orang yang Sering Alergi Lebih Jarang Kena Kanker Otak


    Tidak perlu berkecil hati bila sering mengalami gatal-gatal setelah makan seafood, atau bersin-bersin saat cuaca dingin. Meski kadang menyusahkan, alergi terhadap sesuatu ternyata bisa menurunkan risiko kanker otak pada penderitanya.

    Hubungan antara alergi dengan risiko terkena glioma diungkap dalam sebuah penelitian di University of Illinois, Chicago. Makin banyak punya alergi, makin rendah risiko seseorang untuk terkena jenis kanker yang menyerang otak dan tulang belakang tersebut.

    Dalam penelitian tersebut, para ahli melibatkan 419 pasien rumah sakit yang menderita glioma dan 612 pasien yang tidak menderita glioma. Para pasien diminta menjawab pertanyaan seputar alergi yang dimilikinya dan obat antialergi apa saja yang dikonsumsi.

    Meski belum dapat menjelaskan bagaimana keduanya bisa saling berhubungan, para ahli memastikan hal itu tidak dipengaruhi penggunaan obat-obatan antialergi. Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada perbedaan risiko glioma antara penderita alergi yang mengkonsumsi obat dengan yang tidak.

    Karena itu, tidak ada anjuran bagi penderita untuk menghentikan obat-obatannya jika tujuannya hanya untuk menurunkan risiko kanker otak. Namun jika memungkinkan, konsumsi obat-obatan boleh dikurangi dengan cara menghindari faktor-faktor pemicu alergi.

    Pemicu alergi ada bermacam-macam, mulai dari cuaca, makanan, debu hingga binatang peliharaan. Seperti dikutip dari AOL Health, reaksi alergi juga bervariasi, mulai dari yang agak ringan seperti mata merah, gatal-gatal di kulit dan bersin-bersin hingga yang lebih berat misalnya demam.

    Meski belum diketahui pasti bagaimana alergi dan risiko kanker otak bisa saling berhubungan, beberapa ahli mencoba berspekulasi. Ahli alergi dari New york, Cliff Bassett menduga risiko kanker otak berkurang karena penderita alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang hiperaktif sehingga mampu melawan sel kanker.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 3:49 pm