Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

    Share
    avatar
    daun.kuning

    272
    17.11.09

    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

    Post  daun.kuning on Sat Feb 12, 2011 11:43 am

    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke


    Lupa menaruh kunci atau tak bisa mengingat nama teman lama sering dialami orang. Lupa memang wajar, tetapi bila frekuensi kesulitan mengingat memori tergolong sering maka Anda harus hati-hati, karena bisa jadi itu pertanda awal stroke.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang memiliki memori buruk, sering lupa dan juga memiliki masalah kemampuan mental lainnya cenderung memiliki tanda-tanda awal peningkatan risiko stroke.

    Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Alabama di Birmingham.

    Dalam penelitian tersebut, peneliti memberikan tes mengingat memori pada 17.851 orang dan tes kefasihan lisan pada 14.842 orang yang dirancang untuk mengukur kemampuan eksekutif otak yang berfungsi.

    Partisipannya adalah orang usia 45 tahun ke atas (usia rata-rata 67 tahun) dan tidak pernah mengalami stroke, yang kemudian penelitian akan ditindaklanjuti dua kali setahun sampai selama masa 4,5 tahun.

    Selama penelitian dilanjutkan, peneliti menemukan 129 orang yang mengikuti tes memori dan 123 orang yang mengikuti tes kefasihan lisan menderita stroke.

    Hasil ini menunjukkan bahwa berdasarkan tes memori, partisipan yang memiliki angka tes daya ingat di bawah 20 persen memiliki risiko 3,5 kali lebih besar menderita stroke. Sedangkan untuk tes kefasihan lisan, partisipan yang mencetak angka di bawah 20 persen risikonya 3,6 kali lebih besar untuk menderita stroke.

    Sedangkan untuk usia di atas 50 tahun, orang yang mencetak angka tes di bawah 20 persen dari uji memori 9,4 kali lebih besar untuk menderita stroke.

    "Menemukan cara untuk mencegah stroke dan mengidentifikasi orang-orang pada risiko stroke merupakan masalah penting kesehatan masyarakat," kata penulis studi J. Surat Abraham, dari University of Alabama di Birmingham, seperti dilansir Healthday.

    Menurut Abraham, studi ini bisa memberikan ide yang lebih baik bagi orang yang berisiko tinggi terkena stroke dengan memasukkan beberapa tes sederhana ketika mengevaluasi orang-orang yang sudah memiliki beberapa risiko stroke, termasuk sering mengalami memori yang buruk.

    Hasil penelitian ini telah dirilis secara online pada 9 Februari lalu dan akan dipresentasikan pada pertemuan tahun American Academy of Neurology (AAN) di Honolulu pada bulan April mendatang.


      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 7:49 am