Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

    Post  daun.kuning on Sat Feb 12, 2011 11:43 am

    Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Awal Stroke


    Lupa menaruh kunci atau tak bisa mengingat nama teman lama sering dialami orang. Lupa memang wajar, tetapi bila frekuensi kesulitan mengingat memori tergolong sering maka Anda harus hati-hati, karena bisa jadi itu pertanda awal stroke.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang memiliki memori buruk, sering lupa dan juga memiliki masalah kemampuan mental lainnya cenderung memiliki tanda-tanda awal peningkatan risiko stroke.

    Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Alabama di Birmingham.

    Dalam penelitian tersebut, peneliti memberikan tes mengingat memori pada 17.851 orang dan tes kefasihan lisan pada 14.842 orang yang dirancang untuk mengukur kemampuan eksekutif otak yang berfungsi.

    Partisipannya adalah orang usia 45 tahun ke atas (usia rata-rata 67 tahun) dan tidak pernah mengalami stroke, yang kemudian penelitian akan ditindaklanjuti dua kali setahun sampai selama masa 4,5 tahun.

    Selama penelitian dilanjutkan, peneliti menemukan 129 orang yang mengikuti tes memori dan 123 orang yang mengikuti tes kefasihan lisan menderita stroke.

    Hasil ini menunjukkan bahwa berdasarkan tes memori, partisipan yang memiliki angka tes daya ingat di bawah 20 persen memiliki risiko 3,5 kali lebih besar menderita stroke. Sedangkan untuk tes kefasihan lisan, partisipan yang mencetak angka di bawah 20 persen risikonya 3,6 kali lebih besar untuk menderita stroke.

    Sedangkan untuk usia di atas 50 tahun, orang yang mencetak angka tes di bawah 20 persen dari uji memori 9,4 kali lebih besar untuk menderita stroke.

    "Menemukan cara untuk mencegah stroke dan mengidentifikasi orang-orang pada risiko stroke merupakan masalah penting kesehatan masyarakat," kata penulis studi J. Surat Abraham, dari University of Alabama di Birmingham, seperti dilansir Healthday.

    Menurut Abraham, studi ini bisa memberikan ide yang lebih baik bagi orang yang berisiko tinggi terkena stroke dengan memasukkan beberapa tes sederhana ketika mengevaluasi orang-orang yang sudah memiliki beberapa risiko stroke, termasuk sering mengalami memori yang buruk.

    Hasil penelitian ini telah dirilis secara online pada 9 Februari lalu dan akan dipresentasikan pada pertemuan tahun American Academy of Neurology (AAN) di Honolulu pada bulan April mendatang.


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:34 pm