Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Takut disebut Gila

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Jangan Takut disebut Gila

    Post  via on Tue Feb 15, 2011 12:41 am

    Jangan Takut Disebut Gila


    Tak berlebihan jika ada yang menganggap batasan antara jenius dan gila sangat tipis. Studi Institut Karolinska di Stockholm mengungkap, cara kerja otak orang-orang jenius mirip dengan aktivitas otak penderita gangguan jiwa atau skizofrenia.
    Temuan yang dilansir dalam jurnal PLoS ONE mengungkap bahwa orang yang dikategorikan sebagai tipe kreatif itu tidak dapat menyaring informasi di kepala mereka sebagaimana orang pada umumnya.

    Sehingga, mereka mampu membuat koneksi baru dan menghasilkan ide-ide unik. “Berpikir di luar kotak mungkin difasilitasi dari kemampuan otak yang kurang utuh,” kata Fredrik Ullen, salah satu peneliti.

    Studi yang sama menemukan bahwa orang kreatif pada umumnya memiliki keluarga dengan sejarah penyakit mental atau gangguan bipolar. Selain itu, sifat-sifat psikologis tertentu, seperti kemampuan membuat asosiasi yang tidak biasa atau aneh juga biasanya dimiliki baik penderita skizofrenia maupun orang-orang kreatif.
    Beberapa penelitian sebelumnya menemukan hubungan kreatif dengan sistem neuron yang merespon dopamin di otak. Dalam sebuah survei terhadap belasan orang yang dianggap sangat kreatif, peneliti menganalisis area reseptor D2 atau thalamus di otak mereka.

    Thalamus berfungsi sebagai semacam pusat relay dan menyaring informasi sebelum mencapai daerah korteks, pengatur kognisi dan penalaran. “Seperti penderita skizofrenia, orang kreatif memiliki densitas D2 rendah di bagian otak,” katanya seperti dimuat dalam Live Science.
    Kurangnya reseptor D2 di thalamus memungkinkan tingkat penyaringan informasi yang lebih rendah daripada orang biasa. “Kemungkinan ini pula yang mengakibatkan mekanisme pemecahan masalah dalam otak orang kreatif sama seperti yang ditemukan dalam otak penderita gangguan jiwa.”
    Penelitian semacam ini terus dilakukan untuk menjawab perdebatan mengenai banyaknya tokoh jenius yang ternyata memiliki gangguan kejiwaan. Mereka antara lain Fisikawan Isaac Newton, Komposer Ludwig van Beethoven, dan penulis Edgar Allan Poe, pelukis Vincent van Gogh. Di balik kejeniusannya, seluruhnya mengalami gangguan kejiwaan.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 4:53 pm