Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Betina ini Bisa Digilir 14 Pejantan Tiap Harinya

    Share
    avatar
    near

    128
    Age : 26
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    Betina ini Bisa Digilir 14 Pejantan Tiap Harinya

    Post  near on Wed Feb 16, 2011 8:55 am

    Betina ini Bisa Digilir 14 Pejantan Tiap Harinya


    Tupai merah betina tampak begitu bergairah mengawini 14 tupai jantan setiap hari. Alasannya sangat sederhana, tupai merah jantan selalu siap untuk kawin, kapanpun.

    Berdasarkan penelitian di Royal Society Journal Biology Letters, perilaku tidak biasa dari tupai betina itu tidak ada hubungannya dengan gen. Sebelumnya mereka berpikir bahwa genetika telah mendorong tumpai perempuan untuk sering kawin tapi ini salah. Ketika muncul keinginan kawin di diri pejantan tupai merah muncul, tupai merah betina tidak pernah menolak.

    “Perilaku mereka sangat dipengaruhi oleh kesempatan,” ujar Eryn McFarlane, ilmuwan di University of Guelph. Meskipun menjadi pejantan yang gemar melakukan hubungan seks seringkali dianggap sebagai keistimewaan, namun perilaku ini bisa menimbulkan kematian.

    “Memiliki lebih banyak pasangan berarti lebih banyak mengeluarkan energi untuk kawin, ini meningkatkan paparan bagi pemangsa, serta meningkatkan potensi penyebaran penyakit menular seksual,” tegasnya.

    Strategi perkawinan yang optimal hanya terjadi jika unsur genetik ikut andil untuk menjaga agar kepentingan masing-masing individu terus berjalan. Bahkan, gen manusia telah berevolusi untuk membantu kontrol hormon dan faktor biokimia terkait keinginan seksual. Di luar periode itu, perempuan belum mampu berevolusi untuk mengatakan ‘tidak’ kepada pasangannya .

    McFarlane dan timnya menemukan bahwa lebih banyak pejantan di suatu area yang tertarik untuk kawin, maka semakin banyak pula betina yang bersedia. “Tidak ada ikatan yang kuat antara perilaku kawin dan genetika pada diri tupai merah. Ada indikasi bahwa perkembangan tingkat pergaulan mereka masih berjalan lambat.”


      Waktu sekarang Tue Aug 22, 2017 2:41 am