Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hati-hati Beri Antibiotik pada Anak yang Belum Tumbuh Gigi

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Hati-hati Beri Antibiotik pada Anak yang Belum Tumbuh Gigi

    Post  via on Thu Feb 17, 2011 6:12 am

    Hati-hati Beri Antibiotik pada Anak yang Belum Tumbuh Gigi


    Sebaiknya hati-hati memberi antibiotik pada anak yang belum tumbuh gigi. Alih-alih membuat anak sehat, antibiotik justru bisa membuat gigi anak menjadi kuning secara permanen dan bahkan tak bisa diputihkan dengan bantuan bleaching (memutihkan gigi) sekalipun.

    "Gigi kuning itu bisa karena bermacam-macam, yaitu ada faktor ekstrinsik, intrinsik dan usia," jelas drg Prita Widianti, dokter gigi dari RS Metropolitan Medical Centre, dalam acara konferensi pers 'Make Up Bagi Gigi Anda' di Plaza Senayan, Jakarta.

    Kalau faktor ekstrinsik, lanjut drg Prita, biasanya dari makanan dan minuman, misalnya makanan yang mengandung kunyit, teh, kopi, soda yang dikonsumsi dalam jangka panjang dan terus menerus. Kondisi gigi kuning seperti ini bisa diputihkan dengan bleaching.

    "Sedangkan kalau faktor instrinsik itu dari dalam. Pernah lihat orang yang giginya coklat belang-belang atau abu-abu? Itu biasanya karena antibiotik," jelas drg Prita yang juga cosmetic dentofacial care.

    Menurut drg Prita, antibiotik tertentu yang diminum berlebihan oleh anak usia 1-2 tahun, saat gigi belum mulai tumbuh, dapat menyebabkan giginya tumbuh kuning atau coklat secara permanen yang tidak bisa diputihkan kembali dengan bleaching sistem apapun.

    "Jadi pada saat gigi belum tumbuh, antibiotik mempengaruhi sistem benihnya. Nah, waktu tumbuh itu jadi ada noda. Kalau kondisinya seperti ini nggak bisa di whitening, sistem apapun nggak bisa," lanjut drg Prita.

    Jalan satu-satunya untuk memutihkan gigi yang kuning permanen ini adalah dengan pelapisan vinir atau porselen pada gigi yang bersifat permanen.

    "Itu harus pakai pelapis satu-satu, karena pakai whitening dari dokter pun nggak bisa. Dengan pasta gigi apapun juga nggak bisa. Itu udah dari dalam," tegas drg Prita.

    drg Prita menjelaskan, perawatan gigi yang bisa membantu orang dengan kondisi kuning permanen hanyalah pemutihan gigi secara permanen, yaitu dengan melapisi gigi dengan lapisan tertentu atau ditambal dengan vinir atau porselen.

    Berbeda dengan proses bleaching yang tak bisa memilih tingkat kecerahan gigi, untuk pelapisan gigi dengan vinir atau porselen, pasien bisa memilih sendiri derajat keputihan gigi yang diinginkan. Putihnya pun bersifat permanen karena berasal dari lapisan tambahan.

    Dan untuk perawatan yang harus melapisi gigi satu persatu, drg Prita mengatakan biayanya mencapai 5-10 juta per gigi.

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 12:55 am