Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Yesterday at 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Yesterday at 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Mengapa Pria Lebih Sering kena Serangan Jantung?

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Mengapa Pria Lebih Sering kena Serangan Jantung?

    Post  mayang.ungu on Sun Feb 20, 2011 1:14 am

    Mengapa Pria Lebih Sering Kena Serangan Jantung?


    Ketika bicara tentang ancaman serangan jantung, umumnya pria dianggap lebih rentan dibandingkan wanita. Anggapan ini ada benarnya, sebab hingga usia tertentu pria memiliki lebih banyak faktor risiko untuk mengalami masalah kardiovaskular.

    Salah satu faktor yang menyebabkan pria lebih rentan mengalami serangan jantung adalah konsumsi garam. Umumnya pria lebih banyak mengkonsumsi garam, padahal natrium dalam garam bisa meningkatkan tekanan darah sekaligus risiko serangan jantung.

    Dikutip dari USDA.gov, survei di Amerika Serikat mengungkap bahwa pria mengonsumsi garam rata-rata 10 gram/hari sementara wanita hanya 7 gram/hari. Padahal asupan natrium yang disarankan tidak lebih dari 2,4 gram atau sekitar 6 gram garam dapur.

    Survei yang dilakukan tahun 1997 tersebut mengungkap, para pria mendapat garam lebih banyak karena lebih sering mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji. Di antaranya dari masakan-masakan yang memiliki cita rasa sangat kuat seperti pizza, cheesse burger dan kentang goreng (french fries).

    Faktor lainnya adalah kondisi hormonal. Pada wanita yang masih mendapatkan menstruasi teratur, jantung dan sistemn peredaran darahnya dilindungi oleh hormon-hormon tertentu yang membuatnya lebih kuat dan tidak mudah mengalami gangguan seperti pada pria.

    Selama belum memasuki usia menopause, wanita cenderung lebih aman dari serangan jantung kecuali jika memiliki faktor-faktor risiko lain. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung pada wanita di usia subur antara lain diabetes dan kadar kolesterol di atas 260 mg (6,5 mmol).

    Namun setelah masuk menopause dan siklus menstruasi berhenti, risiko serangan jantung pada wanita akan semakin menyamai pria. Statistik tahun 1990 menunjukkan pada usia 65 tahun ke atas, 56 persen kematian akibat serangan jantung di Amerika Serikat terjadi pada wanita dan 44 persen sisanya terjadi pada pria.

    Berikut ini perbandingan risiko serangan jantung antara pria dan wanita berdasarkan usianya.


    Serangan jantung memiliki tanda-tanda:

    • Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher.

    • Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan kiri,leher dan punggung.

    • Rasa sakitnya bisa berlangsung sekitar 15-20 menit dan terjadi secara terus menerus.

    • Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan.

    • Rasa sakit ini bisa berkurang saat sedang istirahat, tapi akan bertambah berat jika sedang beraktivitas.





      Waktu sekarang Tue Jan 17, 2017 9:43 am