Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Vasektomi Tak Bikin Pria Loyo

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Vasektomi Tak Bikin Pria Loyo

    Post  flade on Mon Feb 21, 2011 12:38 am

    Vasektomi Tak Bikin Pria Loyo


    Banyak pria takut melakukan vasektomi karena beranggapan kontrasepsi steril pria ini dapat mempengaruhi kemampuan melakukan hubungan seksual alias loyo. Tapi hal tersebut tidaklah benar, vasektomi tak bikin pria loyo.

    Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar.

    Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma, sehingga saat ejakulasi yang keluar hanya air mani (semen) tanpa kandungan sperma.

    "Banyak anggapan bahwa pria yang divasektomi itu jadi loyo. Yang bikin loyo itu kebiri bukan vasektomi. Kebiri kan yang dipotong buah pelirnya, kalau vasektomi hanya mengikat saluran sperma," jelas Dr Wiwiek Ekameini, MM, Direktur Bina Kesertaan Keluarga Berencana Jalur Wilayah & Sasaran Khusus BKKBN, dalam acara Talkshow The 4th Annual Women's Health Expo 2011 di Gedung Smesco UKM.

    Menurut Dr Wiwiek, vasektomi tidak mempengaruhi kemampuan seksual, termasuk kemampuan ereksi atau libido, karena yang diikat hanya saluran sperma.

    Namun tidak semua pria boleh melakukan vasektomi, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi, yaitu:

    • Komitmen antara pasangan suami dan istri

    • Tidak ingin punya anak lagi (jumlah anak sudah ideal)

    • Usia anak paling kecil 5 tahun

    • Usia istri sekurang-kurangnya 25-30 tahun

    • Suami dalam keadaan sehat dan tidak menderita hemofilia (penyakit kelainan pembekuan darah)

    • Tidak ada tanda-tanda radang pada buah zakar, hernia (turun berok), kelainan akibat cacing tertentu pada buah zakar, penyakit darah tinggi, kencing manis yang tidak terkontrol, penyakit paru-paru kronis dan penyakit jantung.


    "Dan walaupun sudah divasektomi, untuk 3 bulan awal atau 15 kali berhubungan seksual pria tetap harus menggunakan kondom, karena jaringan yang diikat masih belum sempurna untuk 3 bulan awal jadi sperma bisa saja keluar," lanjut Dr Wiwiek.

    Dr Wiwiek menjelaskan, vasektomi memang agak mahal, biayanya bisa mencapai Rp 2 juta. "Tapi untuk keluarga kurang mampu dan pra sejahtera, maka vasektomi bisa diperoleh gratis," lanjut Dr Wiwiek.

    Dan pria yang ingin vasektomi tak perlu khawatir, lanjut Dr Wiwiek, karena vasektomi bersifat MESRA, yaitu:

    M : Murah dan Mudah (bisa gratis)
    E : Efektif (tingkat kegagalan 0,01 persen)
    S : Sederhana (1 x tindakan, 10-15 menit)
    R : Rasional/Rekanalisasi (Gender)
    A : Aman (tidak ada efek samping)

    "Kita harus segera bergerak karena kita sudah dalam posisi merah untuk jumlah penduduk. Tak hanya wanita yang harus ber-KB tapi juga pria, yaitu dengan kondom dan vasektomi," jelas Dr Wiwiek.

    Dadi, salah seorang pria yang telah melakukan vasektomi 10 tahun yang lalu pun mengakui bahwa vasektomi tetap membuat kehidupan seksualnya dengan istri berjalan harmonis.

    "Saya kasian dan sayang sama istri, karena saya tidak ingin istri saya selalu bergantung dengan pil KB. Pil KB juga bikin dia pusing terus. Saya juga ingin anak saya sekolah setinggi mungkin. Dan Alhamdulillah tidak ada keluhan apa-apa," jelas Dadi (50 tahun).

    Dr Wiwiek menjelaskan, untuk saat ini vasektomi pun masih memungkinkan pria memiliki keturunan lagi dengan cara membuka ikatan di saluran sperma dengan operasi mikro yang canggih, salah satunya yang dilakukan di Surabaya.




      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 11:34 am