Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Rumput Laut Dilirik Jadi Obat Malaria

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Rumput Laut Dilirik Jadi Obat Malaria

    Post  clara on Thu Feb 24, 2011 6:13 am

    Rumput Laut Dilirik Jadi Obat Malaria


    Rumput laut telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi bisul, luka dan meningkatkan kekebalan. Kini ilmuwan menemukan bahan kimia dalam tanaman tersebut memiliki sifat sebagai anti-malaria pada manusia.

    Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dari Plasmodium falciparum yang disebarkan oleh nyamuk. Parasit tersebut kini sudah kebal (resisten) terhadap obat antimalaria yang banyak digunakan saat ini termasuk pada obat aratemisinin.

    Jika hasil temuan ini benar-benar bisa digunakan, maka tanaman rumput laut akan dikembangkan sebagai salah satu obat anti-malaria yang dapat digunakan pada manusia.

    Para peneliti dari Georgia Institute of Technology menuturkan bahwa kelas dari senyawa yang terkandung dalam rumput laut yang disebut bromophycolides bisa digunakan atau berpotensi sebagai obat anti malaria.

    "Molekul-molekul ini memberikan petunjuk yang mengarah pada pengobatan malaria, dan mereka bekerja melalui suatu mekanisme yang menarik untuk kita pelajari," ujar Dr Julia Kubanek, seperti dikutip dari Dailymail.

    Bahan kimia ini telah diujikan terhadap malaria dalam skala laboratorium. Langkah berikutnya peneliti akan melakukan pengujian terhadap hewan percobaan tikus yang diberi penyakit malaria. Para peneliti telah mengungkapkan studi ini dalam American Association for the Advancement of Science di Washington DC.

    "Rumput laut memang tidak memiliki respons imun seperti yang dilakukan manusia. Tapi rumput laut memiliki beberapa senyawa kimia di dalam jaringannya yang berfungsi untuk melindungi mereka, karenanya ia akan menghambat masuknya mikroba yang dapat menyerang dan menyebabkan penyakit," ungkap Dr Kubanek.

    Rumput laut adalah sejenis ganggang dan dikonsumsi oleh banyak orang di seluruh dunia seperti untuk sup atau sushi. Dalam pengobatan herbal rumput laut biasanya digunakan untuk mengobati arthritis, pilek, flu dan masalah cacing.

      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 7:40 am