Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak

    Post  flade on Sat Feb 26, 2011 12:27 am

    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak


    Pertengkaran bisa terjadi begitu saja. Ledakan emosi dalam kehidupan rumah tangga bahkan seringkali sulit terbendung, walau sedang di hadapan anak. Beradu argumen sebenarnya hal normal, tetapi hati-hati melakukan di depan buah hati.

    "Melihat orangtua bertengkar bisa jadi hal yang traumatis bagi anak. Tetapi dengan cara yang tepat hal ini juga bisa mengajarkan anak melihat perbedaan dari sudut pandang yang positif," kata Kathleen E. Finnegan, psikolog dari John F. Kennedy University, seperti dikutip dari Sheknows.

    Menurut Finnegan, jika anak melihat orangtua bertengkar dan melalui masa sulit dengan tetap bersama ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi hidupnya. Terutama terkait komitmen, kebersamaan dan penyelesaian masalah.

    Perhatikan sejumlah prinsip berikut saat Anda dan pasangan terpaksa bertengkar di depan buah hati.

    Jangan saling berteriak
    Meskipun Anda dan pasangan sedang emosi, sebaiknya hindari saling berteriak di depan anak. Jika memang pembahasan bisa dilakukan di depan anak, lakukanlah dengan pembicaraan yang tenang. Tetapi jika memang pembahasan sangat sensitif, segera turunkan emosi dan pilih tempat lain yang tertutup.

    Pecahkan masalah di depan anak
    Setelah beradu argumen di depan anak, Anda dan pasangan sebaiknya juga menyelesaikannya. Mengakhiri pertengkaran dan berbaikan di depan anak, berdampak luar biasa bagi mereka. Anak bisa belajar bagaimana mengatasi masalah dan pertengkaran dengan cara yang tepat. Tunjukkan pada anak meskipun Anda dan pasangan bertengkar tetapi semua bisa diatasi dengan cinta.

    Jangan kasar
    Meskipun sedang emosi tetapi hindari mengeluarkan kata-kata kasar. Termasuk sikap kasar secara fisik. Hal ini bisa membuat anak-anak trauma.

    Gunakan awalan "saya"
    Hal ini penting untuk menunjukkan pada anak bahwa tidak masalah untuk tidak setuju. Tetapi tunjukan dengan menggunakan pernyataan yang didahului dengan "Saya" dan hindari menyalahkan orang lain.

    Duduk di samping pasangan
    Ketika keadaan mulai tenang dan sudah berbaikan, duduklah di samping pasangan. Setelah itu Anda dan pasangan bisa menjelaskan pada anak kalau pertengkaran dan masalah sudah selesai. Katakan juga pada mereka tidak perlu takut karena berbeda pendapat adalah hal wajar. Jangan lupa, berikan pelukan hangat pada anak-anak untuk menenangkannya.



      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 1:39 pm