Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak

    Post  flade on Sat Feb 26, 2011 12:27 am

    Saat Terpaksa Bertengkar di Depan Anak


    Pertengkaran bisa terjadi begitu saja. Ledakan emosi dalam kehidupan rumah tangga bahkan seringkali sulit terbendung, walau sedang di hadapan anak. Beradu argumen sebenarnya hal normal, tetapi hati-hati melakukan di depan buah hati.

    "Melihat orangtua bertengkar bisa jadi hal yang traumatis bagi anak. Tetapi dengan cara yang tepat hal ini juga bisa mengajarkan anak melihat perbedaan dari sudut pandang yang positif," kata Kathleen E. Finnegan, psikolog dari John F. Kennedy University, seperti dikutip dari Sheknows.

    Menurut Finnegan, jika anak melihat orangtua bertengkar dan melalui masa sulit dengan tetap bersama ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi hidupnya. Terutama terkait komitmen, kebersamaan dan penyelesaian masalah.

    Perhatikan sejumlah prinsip berikut saat Anda dan pasangan terpaksa bertengkar di depan buah hati.

    Jangan saling berteriak
    Meskipun Anda dan pasangan sedang emosi, sebaiknya hindari saling berteriak di depan anak. Jika memang pembahasan bisa dilakukan di depan anak, lakukanlah dengan pembicaraan yang tenang. Tetapi jika memang pembahasan sangat sensitif, segera turunkan emosi dan pilih tempat lain yang tertutup.

    Pecahkan masalah di depan anak
    Setelah beradu argumen di depan anak, Anda dan pasangan sebaiknya juga menyelesaikannya. Mengakhiri pertengkaran dan berbaikan di depan anak, berdampak luar biasa bagi mereka. Anak bisa belajar bagaimana mengatasi masalah dan pertengkaran dengan cara yang tepat. Tunjukkan pada anak meskipun Anda dan pasangan bertengkar tetapi semua bisa diatasi dengan cinta.

    Jangan kasar
    Meskipun sedang emosi tetapi hindari mengeluarkan kata-kata kasar. Termasuk sikap kasar secara fisik. Hal ini bisa membuat anak-anak trauma.

    Gunakan awalan "saya"
    Hal ini penting untuk menunjukkan pada anak bahwa tidak masalah untuk tidak setuju. Tetapi tunjukan dengan menggunakan pernyataan yang didahului dengan "Saya" dan hindari menyalahkan orang lain.

    Duduk di samping pasangan
    Ketika keadaan mulai tenang dan sudah berbaikan, duduklah di samping pasangan. Setelah itu Anda dan pasangan bisa menjelaskan pada anak kalau pertengkaran dan masalah sudah selesai. Katakan juga pada mereka tidak perlu takut karena berbeda pendapat adalah hal wajar. Jangan lupa, berikan pelukan hangat pada anak-anak untuk menenangkannya.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:09 pm