Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rahim yang Sehat Lebih Penting Dibanding Kualitas Sel Telur

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Rahim yang Sehat Lebih Penting Dibanding Kualitas Sel Telur

    Post  mayang.ungu on Sun Feb 27, 2011 1:38 pm

    Rahim yang Sehat Lebih Penting Dibanding Kualitas Sel Telur

    Kesehatan rahim lebih penting dibanding kualitas sel telur untuk menghasilkan bayi yang sehat dari proses bayi tabung. Jadi jika ingin program bayi tabung, utamakan kesehatan rahim.

    Peneliti mengungkapkan jika seorang perempuan ingin menjalani perawatan kesuburan maka kesehatan rahim lebih utama dibandingkan dengan kualitas sel telurnya. Hal ini berhubungan dengan usia kehamilan yang penuh serta berat badan bayi lahir normal.

    Studi sebelumnya telah membandingkan bayi yang lahir melalui proses bayi tabung (in vitro fertilization/IVF) dengan bayi yang dengan proses alami. Diketahui bayi dari hasil IVF akan lahir lebih awal dan memiliki berat badan yang kurang. Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan proses yang terjadi saat bayi dikandung.

    Dalam studi terbaru yang dilaporkan jurnal Fertility and Sterility menemukan perempuan yang menggunakan sel telur dari pendonor dan rahim sendiri untuk mengandung memiliki bayi yang kecil, sedangkan sel telur yang ditanamkan pada ibu pengganti memiliki berat badan bayi lahir yang lebih tinggi.

    Beberapa hal yang bisa menyebabkan perempuan mengalami masalah kesuburan adalah kegagalan ovarium prematur, fibroids atau endometriosis. Kondisi ini sepertinya mempengaruhi kualitas dan juga lingkungan rahim dalam mendukung proses kehamilan.

    "Kami belum mengerti banyak tentang apa yang terjadi di rahim. Tapi ini adalah bukti lebih lanjut yang menunjukkan bahwa ada sesuatu di rahim yang bisa mempengaruhi berat badan bayi lahir," ujar William Gibbons, profesor kebidanan dan ginekologi dari Baylor College of Medicine, seperti dikutip dari Healthland.Time.

    Hal ini bukan berarti kualitas sel telur tidak penting. Karena untuk menentukan pertama kali apakah seorang perempuan bisa hamil atau tidak sangat terkait dengan kualitas sel telur yang dimilikinya.

    "Setelah Anda memiliki hasil tes kehamilan yang positif, maka lingkungan uterus (rahim) tampaknya lebih memainkan peran dalam menentukan berat badan bayi lahir dan usia kehamilan," ungkap Gibbons.

    Gibbons berharap hasil penelitian ini bisa memicu studi-studi lainnya yang meneliti peran dari rahim dalam menghasilkan bayi yang sehat serta apa yang sebenarnya terjadi di dalam rahim.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:25 am