Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kutil Kelamin Bisa Sembuh Sendiri, Asal....

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Kutil Kelamin Bisa Sembuh Sendiri, Asal....

    Post  flade on Sun Feb 27, 2011 1:50 pm

    Kutil Kelamin Bisa Sembuh Sendiri, Asal....
    Kutil kelamin dikenal sebagai penyakit kelamin yang mudah menular melalui hubungan seksual yang bisa mengenai pria maupun wanita. Tapi tahukah Anda bahwa kutil kelamin dapat sembuh dengan sendirinya tapi ada syaratnya.

    Syaratnya adalah si penderita harus meningkatkan kekebalan tubuhnya. Caranya si penderita harus makan makanan yang sehat, olahraga dan yang penting menjaga daerah kelamin tetap kering.

    "Sebenarnya kutil kelamin ini bisa sembuh dengan sendirinya bila kekebalan tubuh baik, tentunya didukung dengan makanan dan olahraga yang baik. Tapi kebanyakan pasien tidak bisa menjaga daerah kelamin tetap kering, kalau basah kan jadi tambah banyak kutilnya, nggak sembuh-sembuh," jelas Dr Wresti Indriatmi B.MAKes, SpKK (K), M.Epid, Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, FKUI RSCM, dalam acara Talkshow The 4th Annual Women's Health Expo 2011 di Gedung Smesco UKM, Jakart.

    Dr Wresti mengatakan, virus itu akan hilang dengan sendirinya, tetapi ketika hal ini tidak terjadi, maka beberapa jenis kanker dan penyakit tertentu dapat berkembang.

    Setelah diobati, kutil kelamin juga bisa kembali tumbuh kapan saja, terutama saat daya imun tubuh menurun. Dalam 25 persen kasus, kutil kelamin kembali dalam 3 bulan karena virus HPV masih ada dalam tubuh penderita.

    Kutil Kelamin juga dikenal sebagai genital warts atau Condiloma acuminata, adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang juga dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

    Meski bukan penyakit yang mengancam kehidupan, tapi kutil kelamin dapat mengganggu kehidupan.

    Seperti namanya, kutil kelamin mempengaruhi jaringan lembab di daerah genital. Penyakit yang bentuk dan warnanya seperti gumpalan daging ini bisa bertumbuh semakin besar ataupun tetap rata (tidak membesar), jumlahnya bisa satu atau banyak, ukurannya bisa besar atau pun kecil.

    Pengobatannya cukup menyakitkan dan melibatkan tindakan memotong, membekukan atau pun membakar kutil tersebut.

    Diperkirakan 8 dari 10 wanita akan terinfeksi HPV sepanjang hidupnya. Pada wanita, kutil kelamin dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus dan leher rahim.

    Sedangkan pada pria, kutil kelamin dapat terjadi di ujung atau batang penis, skrotum atau anus. Kutil kelamin juga dapat berkembang di mulut atau tenggorokan dari orang yang kemungkinan melakukan oral seks dengan orang yang terinfeksi.

    Gejala-gejala kutil kelamin adalah sebagai berikut:

    • Ada area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital

    • Beberapa kutil berdekatan yang menyerupai kembang kol

    • Gatal atau rasa tidak nyaman di daerah genital

    • Perdarahan saat bersetubuh


    Sering kali, kutil kelamin tidak memiliki gejala. Hal ini disebabkan kutil tumbuh sangat kecil dan datar sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

    HPV dapat menginfeksi siapa pun yang aktif secara seksual, wanita maupun pria. Risiko terbesar dialami wanita remaja dan orang-orang dipuncak seksual usia 20-29 tahun.

    Apapun jenis kontak seksual yang dilakukan dapat menyebabkan penularan virus tersebut. Kondom pun tidak sepenuhnya dapat melindungi tubuh dari HPV. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan vaksin HPV sedini mungkin.

    Vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 99 sampai 55 tahun, dengan jadwal pemberian vaksin adalah tiga dosis, yaitu pada bulan ke-0, ke-2 dan ke-6.

    "Pria pun sekarang bisa divaksin, karena dengan vaksin HPV pada pria dapat menurunkan kasus kutil kelamin dan kanker serviks pada wanita," kata Dr Wresti.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 6:33 pm