Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Zat Kimia yang Ada di Jajanan Anak Sekolah

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Zat Kimia yang Ada di Jajanan Anak Sekolah

    Post  pravda on Wed Mar 02, 2011 5:38 am

    Zat Kimia yang Ada di Jajanan Anak Sekolah


    Sebaiknya selalu bekali putra putri Anda dengan makanan sehat saat berangkat ke sekolah agar tidak teracuni oleh zat-zat kimia berbahaya dari jajanan tak sehat yang ada di sekolah.

    Berdasarkan data dari pemantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap kantin sekolah, ditemukan hanya 0,9 persen kantin sehat dari total 178.240 sekolah.

    "Kalau 0,9 persen yang sehat, berarti sisanya merupakan jajanan tidak sehat dan berbahaya," jelas Ir Chandra Irawan MSi, pakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analisis Bogor, dalam acara Temu Media Yupi Mendukung Gerakan Menuju Pangan Jajanan Sehat Anak Sekolah di Tartine Cafe, fX Senayan.

    Menurut Ir Chandra, saat ini banyak produk olahan pangan yang dijual di pasar, terutama di sekolah-sekolah, tanpa melalui proses uji keamanan pangan yang layak.

    Hal ini tidak saja berbahaya bagi tubuh, bahkan bisa melanggar hak seseorang untuk mendapatkan jaminan akan keamanan pangan yang layak dan sesuai dengan ketentuan BPOM.

    "Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang diolah (zat aditif)," jelas Ir Chandra.

    Ir Chandra menjelaskan, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap rasa. Tapi kebanyakan yang digunakan oleh produsen 'nakal' bukanlah pewarna untuk makanan.

    "Anak-anak kan sukanya makanan dengan warna terang. Dan ternyata warna yang terang ini justru bukan pewarna makanan, tapi pewarna pakaian," jelas Ir Chandra.

    Berikut beberapa zat kimia berbahaya yang sering ditemuka pada jajanan anak sekolah:

    1. Siklamat (pemanis buatan)
    2. Sakarin (pemanis buatan)
    3. Nitrosamin (aroma khas pada sosis, keju, kornet, ham dan dendeng)
    4. MSG (penyedap rasa)
    5. Rhodamin B (pewarna tekstil dan kertas)
    6. Metanil Yellow (pewarna tekstil dan cat)
    7. Formalin (pengawet non makanan dan disinfektan)
    8. Boraks (pengawet non makanan dan pestisida)
    9. Natamysin (pengawet)
    10. Kalium asetat (pengawet)
    11. Butil Hidroksi Anisol (BHA)

    Zat-zat berbahaya ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, mulai dari yang ringan seperti mual, muntah, diare, hingga menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, hati, jantung, otak, limpa, sistem saraf pusat, bahkan dapat memicu kanker.

    "Para orangtua harus selalu waspada dan sebaiknya bekali anak-anak dengan makanan yang sehat kalau berangkat sekolah," kata Ir Chandra.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 11:19 pm