Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mencegah Kematian Mendadak Akibat Jantung Koroner

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Mencegah Kematian Mendadak Akibat Jantung Koroner

    Post  pravda on Wed Mar 02, 2011 5:53 am

    Mencegah Kematian Mendadak Akibat Jantung Koroner



    Kematian mendadak karena penyakit jantung koroner semakin menakutkan apalagi banyak kasus serangan jantung yang dialami publik figur. Tapi sebenarnya kematian mendadak tersebut bisa dicegah.

    "Kita harus ubah paradigma lama yang menganggap bahwa kita peduli kesehatan setelah jatuh sakit, tapi pedulilah kesehatan sebelum sakit," jelas dr M Yamin, Sp.Jp (K), FACC, FSCAI, spesialis jantung dalam acara Client Gathering & Health Talk Eka Hospital di Hotel Mulia, Jakarta.

    dr Yamin menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dan 90 persen kematian mendadak di AS disebabkan karena PJK.

    Penyakit jantung koroner juga menjadi penyebab 80 persen kematian jantung mendadak.

    Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu keadaan penyumbatan pada pembuluh darah yang memberi makan otot jantung (pembuluh koroner).

    "Kondisi ini biasanya disebabkan oleh proses penimbunan lemak (aterosklerosis), yang sebenarnya sebagian faktor risikonya dapat dicegah," jelas dr Yamin.

    Gejala-gejalanya antara lain:

    1. Nyeri dada atau leher atau rahang (seperti ditekan atau dihinpit) berlangsung lebih dari 30 menit
    2. Disertai gejala berkeringat seluruh tubuh, mual dan muntah, sesak.
    3. Sering dianggap 'angin duduk'

    Berikut beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner:

    Yang dapat dikendalikan

    1. Hipertensi
    2. Diabetes
    3. Merokok
    4. Hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi)
    5. Obesitas

    Yang tidak dapat dikendalikan

    1.Faktor keturunan
    2. Jenis ke amin (laki-laki>wanita)
    3. Usia (>40 tahun)

    "Kalau kita lihat, 5 dari 8 faktor risiko yang ada sebenarnya bisa dikendalikan, hanya 3 yang faktor nasib," jelas dr Yamin.

    Bagaimana mencegahnya?

    "You are what you eat, jadi perhatikanlah pola makan Anda. Makan yang sehat adalah dengan memperbanyak buah dan sayur, yang banyak mengandung antioksidan sehingga dapat mencegah gangguan endotel penyebab penyakit jantung," jelas dr Yamin.

    Selain itu, lanjut dr Yamin, hindari makanan cepat saji (fast food), diet rendah lemak, kontrol tekanan darah, kolesterol dan gula darah, berhenti merokok dan olahraga.

    "Tapi karena kasus kemarin artis meninggal mendadak habis main bola, jadi banyak pasien saya yang takut main bola atau futsal," jelas dr Yamin.

    Sebenarnya, tambah dr Yamin, olahraga pada orang sehat akan membuat tubuh sehat dan olahraga pada orang sakit pun bila dilakukan dengan benar dapat membuat orang tersebut lebih cepat sembuh.

    Bagaimana melakukan olahraga yang benar?

    1. Frekuensi tetap, sekitar 2-3 kali seminggu
    2. Lama olahraga sekitar 30 menit
    3. Beban sampai tercapai target denyut nadi sekitar 80-4. 85 persen dari target maksimal
    5. Jenis latihan misalnya jalan kaki, jogging, aerobik dan sepeda santai.




      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:38 pm