Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

IKLAN ANDA


    Bedah Tanpa Bekas Luka dan Tidak Nyeri dengan Laparaskopi

    Share
    avatar
    pravda

    259
    07.06.10

    Bedah Tanpa Bekas Luka dan Tidak Nyeri dengan Laparaskopi

    Post  pravda on Wed Mar 02, 2011 6:01 am

    Bedah Tanpa Bekas Luka dan Tidak Nyeri dengan Laparaskopi


    Teknologi di bidang kedokteran terus berkembang, salah satunya teknologi pembedahan laparaskopi yang minim luka sayatan operasi serta minim rasa nyeri.

    "Dulu pembedahan adalah salah satu momok yang mungkin kalau bisa jangan sampai terjadi dalam hidup kita," jelas dr H.M Jisdan Bambang H, Sp.B dalam acara Client Gathering & Health Talk Eka Hospital di Hotel Mulia, Jakarta.

    Menurut dr Jisdan, salah satu ketakutan orang menjalani pembedahan adalah luka yang lebar dan sakit yang luar biasa, tapi hal itu tidak lagi terjadi dengan teknologi pembedahan minimal invasif atau laparaskopi.

    "Ketika kita harus melakukan pembedahan, ada teknologi yang bisa membuat pembedahan itu tidak lagi menakutkan," tambah dr Jisdan yang mengambil spesialis laparaskopi di Jerman tahun 2004.

    Bedah minimal invasif atau laparaskopi adalah tindakan pembedahan (operasi) dengan menggunakan kamera fiber optik yang dimasukkan ke rongga tubuh melalui lubang yang sangat kecil (5 mm-10 mm).

    Pembedahan ini dilakukan untuk melacak sumber penyakit seseorang , mengangkat, mengambil penyakit dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui lubang yang kecil tersebut.

    Keunggulan dari teknologi pembedahan ini adalah sebagai berikut:

    1. Ukuran atau sayatan luka operasi yang lebih kecil
    2. Rasa nyeri lebih sedikit dan lebih ringan jika dibandingkan dengan operasi konvensional
    3. Tidak ada otot yang terpotong
    4. Pendarahan akibat operasi lebih sedikit
    5. Mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi
    6. Bekas luka operasi lebih kecil
    7. Kontaminasi dari pasien risiko tinggi dapat dicegah (HIV, hepatitis, DSB).
    8. Dapat membantu diagnosis penyakit yang tidak diketemukan dengan alat periksa yang ada.
    9. Masa perawatan dan pemulihan jauh lebih singkat, yaitu 1 sampai 2 hari.
    10. Dan segera dapat melakukan aktivitas harian seperti biasa.

    Selain itu, pembedahan ini bisa dilakukan untuk berbagai kasus operasi, antara lain:


    1. Operasi empedu
    2. Operasi appendix
    3. Operasi hernia (turun berok)
    4. Operasi perlengketan usus (adhesi)
    5. Operasi ginekologis seperti kista indung telur
    6. Operasi tumor intra abdominal
    7. Operasi hepar (liver)
    8. Operasi tumor gastrointestinal (saluran pencernaan)
    9. Operasi TBC usus
    10. Operasi trauma (kecelakaan) dan biopsi
    11. Serta semua jenis penyakit intraabdominal yang harus menjalani pembedahan.

    "Namun ya tetap ada kendala, seperti investasi," jelas dr Jisdan.

    Beberapa kendala bedah minimal invasif ini antara lain:

    1. Investasi alat canggih
    2. Perlu tatacara perawatan khusus untuk instrumen yang dipakai
    3. Pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas dan hasil pelayanan yang masih terbatas.

    Salah satu rumah sakit yang memiliki Layanan Pembedahan Akses Minimal (Minimal Invasif) ini adalah Eka Hospital di BSD City, Serpong, Tangerang.


      Waktu sekarang Fri Jun 23, 2017 6:53 pm