Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gigi Tanggal, Risiko Kanker Payudara

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Gigi Tanggal, Risiko Kanker Payudara

    Post  flade on Sun Mar 06, 2011 8:54 am


    Gigi Tanggal, Risiko Kanker Payudara


    Perempuan memiliki potensi kanker payudara sebelas kali lebih besar jika mereka sering sakit gusi dan gigi tanggal.
    Penelitian yang dilakukan oleh Institut Karolinska di Swedia pada lebih dari tiga ribu pasien menunjukkan bahwa 41 orang penderita kanker payudara yang memiliki penyakit gusi dan gigi tanggal berisiko sebelas kali lebih besar dapat mengembangkan kanker.

    Ini kali pertama sebuah studi menyajikan temuan tersebut, sehingga Kepala Eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter, percaya masih banyak yang harus dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian itu.

    "Jika penelitian yang akan datang juga bisa memperkuat bukti bahwa ada hubungan antara gigi yang tanggal dan kanker payudara, hasil ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini," ujar Carter seperti dikutip dari Femalefirst.

    Dia menuturkan, penyakit gusi disebabkan bakteri dalam plak gigi. Jika penyakit semakin memburuk, tulang penahan gigi di rahang hilang, membuat gigi lepas. Jika ini tidak diobati, gigi akan copot. Pada kenyataannya, selain akibat kerusakan, gigi yang copot bisa diakibatkan penyakit periodontal.

    Dalam beberapa temuan terakhir telah dirilis bahwa infeksi dalam mulut dapat memengaruhi kesehatan di tubuh bagian lain. Pada orang yang memiliki penyakit gusi, bakteri dari mulut bisa masuk ke dalam aliran darah, dan mempengaruhi jantung, menyebabkan risiko lebih tinggi bagi penyakit jantung.

    Prinsip yang sama terjadi pada mereka yang memiliki diabetes, sebagai orang dengan kondisi ini, cenderung memiliki risiko infeksi. Orang dengan penyakit gusi juga dianggap berisiko tinggi stroke, infeksi dada, dan pada perempuan hamil tujuh kali lebih berisiko memiliki bayi prematur dengan berat lahir rendah.

    Sebagian penyakit gusi berkembang tanpa rasa sakit, sehingga terkadang tidak bisa mendeteksi penyakit itu. Gusi meradang penyebab gusi merah, bengkak dan mudah berdarah, rasa tidak enak di mulut, bau mulut, gigi longgar dan infeksi mulut biasa. Jika gegala ini terlihat, sikat gigilah.

    "Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati penyakit gusi adalah dengan menghilangkan semua plak dengan menyikat gigi selama dua menit, dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride," ujarnya.
    Perlu juga membersihkan sela-sela di antara gigi sedikitnya sekali sehari dengan sikat interdental atau benang gigi karena ini merupakan daerah di mana penyakit gusi dimulai. Kunjungan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit gusi," kata dia.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:24 am