Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu

    Post  kuning on Thu Mar 10, 2011 5:37 am

    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu


    Masyarakat Indonesia telah lama mengenal jamu sebagai obat tradisional. Kini, rumah sakit dianjurkan memberikan pengobatan kepada pasien dengan obat jamu.

    "Sudah terlalu lama Indonesia mengandalkan pengobatan western (obat dari dunia kesehatan barat). Di rumah sakit, semua hampir memakai western. Bukan berarti jelek, tapi lebih baik jika bisa dikombinasikan dengan pengobatan tradisional," kata Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka acara Bali International Spa and Wellness Expo di Hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar.

    Endang menambahkan saat ini telah ada sebanyak 12 rumah sakit yang memiliki klinik pengobatan tradisional. Pada tahun 2011, sebanyak 60 Puskesmas di Jawa Tengah juga akan memiliki klinik pengobatan tradisional. "Kita berharap bisa diperluas," ujarnya.

    Disebutkan, jamu sebagai pengobatan tradisional telah dipergunakan luas di masyarakat. Dari penelitian tahun 2007, sebanyak 59,12 persen orang Indonesia suka mengkonsumsi jamu dan sebanyak 95,6 persen telah merasakan khasiatnya.

    Indonesia pun memiliki sumber hayati tanaman obat yang mempunyai efek pengobatan yang telah digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan juga jamu.

    "Kita punya banyak jamu dan banyak dipilih sebagai salah satu cara pengobatan. Sebelum ini diambil negara lain, kita harus bisa mendapatkan manfaatnya," kata Endang.

    Pemberdayaan sumber daya hayati memang menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan saat ini. Sejak tahun 2010, Kementerian Kesehatan mencanangkan Program Saintifikasi Jamu yang bertujuan untuk menggalakkan berbagai penelitian tentang khasiat herbal asli Indonesia.

    Diharapkan setelah ada bukti ilmiah mengenai khasiat dari herbal-herbal tersebut, para dokter di klinik dan rumah sakit tidak ragu-ragu lagi untuk meresepkannya sebagai pelengkap pengobnatan moderen. Tidak bisa dipungkiri saat ini banyak obat moderen yang awalnya berasal dari herbal, misalnya obat kanker Vincristine dan Vinblastine yang diisolasi dari herbal Tapak Dara (Catharanthus roseus).


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:16 am