Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu

    Post  kuning on Thu Mar 10, 2011 5:37 am

    Rumah Sakit Dianjurkan Beri Pasien Obat Jamu


    Masyarakat Indonesia telah lama mengenal jamu sebagai obat tradisional. Kini, rumah sakit dianjurkan memberikan pengobatan kepada pasien dengan obat jamu.

    "Sudah terlalu lama Indonesia mengandalkan pengobatan western (obat dari dunia kesehatan barat). Di rumah sakit, semua hampir memakai western. Bukan berarti jelek, tapi lebih baik jika bisa dikombinasikan dengan pengobatan tradisional," kata Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka acara Bali International Spa and Wellness Expo di Hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar.

    Endang menambahkan saat ini telah ada sebanyak 12 rumah sakit yang memiliki klinik pengobatan tradisional. Pada tahun 2011, sebanyak 60 Puskesmas di Jawa Tengah juga akan memiliki klinik pengobatan tradisional. "Kita berharap bisa diperluas," ujarnya.

    Disebutkan, jamu sebagai pengobatan tradisional telah dipergunakan luas di masyarakat. Dari penelitian tahun 2007, sebanyak 59,12 persen orang Indonesia suka mengkonsumsi jamu dan sebanyak 95,6 persen telah merasakan khasiatnya.

    Indonesia pun memiliki sumber hayati tanaman obat yang mempunyai efek pengobatan yang telah digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan juga jamu.

    "Kita punya banyak jamu dan banyak dipilih sebagai salah satu cara pengobatan. Sebelum ini diambil negara lain, kita harus bisa mendapatkan manfaatnya," kata Endang.

    Pemberdayaan sumber daya hayati memang menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan saat ini. Sejak tahun 2010, Kementerian Kesehatan mencanangkan Program Saintifikasi Jamu yang bertujuan untuk menggalakkan berbagai penelitian tentang khasiat herbal asli Indonesia.

    Diharapkan setelah ada bukti ilmiah mengenai khasiat dari herbal-herbal tersebut, para dokter di klinik dan rumah sakit tidak ragu-ragu lagi untuk meresepkannya sebagai pelengkap pengobnatan moderen. Tidak bisa dipungkiri saat ini banyak obat moderen yang awalnya berasal dari herbal, misalnya obat kanker Vincristine dan Vinblastine yang diisolasi dari herbal Tapak Dara (Catharanthus roseus).


      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 11:32 pm