Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse

    Post  clara on Sat Mar 12, 2011 9:09 am

    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse


    Perubahan DNA telah menghasilkan dampak yang besar terhadap evolusi manusia. Dari temuan terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, peneliti tidak saja mengungkapkan apa yang didapat manusia selama evolusi, namun juga menjelaskan apa kehilangan yang dialami.

    Dari penelitian, hilangnya sejumlah DNA merupakan satu dari jutaan alasan yang menyebabkan manusia berbeda dengan primata terdekat yakni simpanse.

    Seperti diketahui, manusia dan simpanse memiliki 96 persen kesamaan genome. Namun demikian, dengan berjalannya evolusi, ada DNA yang sudah tidak lagi ditemukan pada manusia namun tetap ada di simpanse.

    Salah satunya adalah DNA yang berfungsi untuk menumbuhkan tulang pada penis manusia jantan. Namun, hilangnya DNA ini memiliki dampak positif yakni membesarnya ukuran otak manusia. Lalu, apa alasan yang membuat tulang di penis manusia berevolusi hingga menghilang?

    “Pada spesies primata dengan tulang penis, betina cenderung kawin dengan banyak pejantan,” kata David Kingsley, peneliti dari Stanford University, seperti dikutip dari LiveScience. “Tulang di penis berfungsi agar penis mampu menguras sperma pejantan lain yang sudah ada di dalam vagina,” ucapnya.

    Dengan demikian, kata Kingsley, sperma milik pejantan itulah yang akan membuahi sel telur betina itu.

    “Hilangnya tulang di penis pejantan juga terlihat pada spesies lain yang berevolusi menuju ke kehidupan monogami,” ucap Kingsley. “Jadi, dengan semakin manusia hidup dengan pasangannya dan melakukan reproduksi secara monogami, penis tidak perlu lagi memiliki fungsi untuk menguras alat reproduksi betina-nya,” ucapnya.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 5:18 pm