Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Para Hackers Cantik
Sun Nov 12, 2017 2:24 pm by flade

» 3 Tips Ini Sukseskan Bisnis Kopi
Sat Nov 04, 2017 8:57 am by flade

» Akhir Pencarian Mbah Wongso, Warga Suriname Keturunan Jawa
Mon Oct 23, 2017 10:22 am by zuko

» Ini Cerita Move On Wanita yang Diputusin Jelang Nikah Usai Pacaran 9 Tahun
Wed Oct 11, 2017 8:17 am by flade

» inilah cara agar kita bisa memuaskan pasangan
Tue Oct 10, 2017 12:38 pm by shoponline69

» manfaat pills klg
Tue Oct 10, 2017 12:29 pm by shoponline69

» manfaat titan gel
Mon Oct 09, 2017 8:28 am by shoponline69

» manfaat titan gel
Mon Oct 09, 2017 8:24 am by shoponline69

» Gores Mobil Rp 1,4 M, Gadis Ini Malah Dapat Keberuntungan Tak Terduga
Mon Sep 25, 2017 5:35 pm by lea

IKLAN ANDA


    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse

    Post  clara on Sat Mar 12, 2011 9:09 am

    Mengapa Manusia Berbeda dengan Simpanse


    Perubahan DNA telah menghasilkan dampak yang besar terhadap evolusi manusia. Dari temuan terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, peneliti tidak saja mengungkapkan apa yang didapat manusia selama evolusi, namun juga menjelaskan apa kehilangan yang dialami.

    Dari penelitian, hilangnya sejumlah DNA merupakan satu dari jutaan alasan yang menyebabkan manusia berbeda dengan primata terdekat yakni simpanse.

    Seperti diketahui, manusia dan simpanse memiliki 96 persen kesamaan genome. Namun demikian, dengan berjalannya evolusi, ada DNA yang sudah tidak lagi ditemukan pada manusia namun tetap ada di simpanse.

    Salah satunya adalah DNA yang berfungsi untuk menumbuhkan tulang pada penis manusia jantan. Namun, hilangnya DNA ini memiliki dampak positif yakni membesarnya ukuran otak manusia. Lalu, apa alasan yang membuat tulang di penis manusia berevolusi hingga menghilang?

    “Pada spesies primata dengan tulang penis, betina cenderung kawin dengan banyak pejantan,” kata David Kingsley, peneliti dari Stanford University, seperti dikutip dari LiveScience. “Tulang di penis berfungsi agar penis mampu menguras sperma pejantan lain yang sudah ada di dalam vagina,” ucapnya.

    Dengan demikian, kata Kingsley, sperma milik pejantan itulah yang akan membuahi sel telur betina itu.

    “Hilangnya tulang di penis pejantan juga terlihat pada spesies lain yang berevolusi menuju ke kehidupan monogami,” ucap Kingsley. “Jadi, dengan semakin manusia hidup dengan pasangannya dan melakukan reproduksi secara monogami, penis tidak perlu lagi memiliki fungsi untuk menguras alat reproduksi betina-nya,” ucapnya.



      Waktu sekarang Sat Nov 18, 2017 5:44 am