Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita ini Nekat Berburu Sperma via Google

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Wanita ini Nekat Berburu Sperma via Google

    Post  clara on Mon Mar 14, 2011 6:34 am

    Wanita ini Nekat Berburu Sperma via Google


    Ingin hamil tanpa bercinta, tapi tak sanggup membayar biaya inseminasi dari bank sperma.


    Ann Spalding sangat mendambakan keturunan dari rahimnya. Sayang, ia belum menemukan pendamping hidup yang tepat. Ia pun memutar otak agar bisa hamil, tanpa harus mengeluarkan biaya inseminasi dari donor bank sperma yang mencapai £3.000 atau Rp43 juta.

    Dengan niat hamil yang menggebu, ia lalu membuat iklan online untuk mencari pria yang bersedia menjadi pendonor sperma. “Saya merindukan bayi tapi tidak ingin menunggu pria yang tepat, jadi saya pakai Google mencari donor sperma,” kata Ann seperti dikutip dari The Sun dan salinan dari vivanews.

    Dari pencarian di Google, ia menemukan sejumlah komunitas yang mempertemukan pendonor dan pencari sperma. Dalam sejumlah iklannya, ia memperkenalkan diri sebagai seorang wanita lajang yang membutuhkan donor sperma agar bisa hamil sebelum menginjak usia 30 tahun. "Saya tidak pakai foto," ujar wanita asal Inggris ini.

    Hanya beberapa hari beriklan, ia menerima lima tawaran pendonor sperma lengkap dengan identitas dan foto. Namun, dua di antaranya menginginkan hubungan badan sebagai imbalan. Dari tiga yang tersisa, Ann lalu memilih satu, seorang teknisi komputer usia 30 tahun, bernama Jason.

    Pria itu kemudian menunjukan dokumen dari sebuah klinik yang membuktikan kalau dirinya telah melakukan tes bebas penyakit menular seksual dan penyakit lainnya. "Dia terlihat yang paling sopan," ujar Ann. "Ia pernah menyumbangkan sperma sebelumnya karena ingin membantu wanita memiliki bayi."

    Ann kemudian mengatur pertemuan dengan pria itu di hotel. Sesaat setelah pertemuan, sang pria segera ke kamar mandi untuk memasukkan sperma ke sebuah wadah khusus. Setelah pria pergi, Ann yang sedang berada di masa subur segera menyuntikkannya ke dalam rahimnya.

    Namun, cara itu gagal. Ann tak kunjung hamil pada bulan berikutnya. Mendengar keluhan Ann, pria itu bersedia mengatur pertemuan kedua. Ann yang mulai melihat ketulusan Jason akhirnya memutuskan melakukan inseminasi alami. Ia bersedia berhubungan badan sekali untuk memasukkan sperma.

    Cara kedua ternyata berhasil. Ann hamil. "Saya sangat bahagia bisa berhasil. Saya tidak tahu apakah itu karena berhubungan dengan seks alami yang membuat semuanya berbeda." ujarnya.

    Ann lalu mengirimkan email kepada Jason untuk memberitahu kabar baik itu. Ia juga berjanji memberi tahu Jason ketika melahirkan nanti. "Tapi, saya ingin Jason menandatangani kontrak yang menyatakan ia tidak punya hak atas Holly," kata Ann yang berniat menamai buah hatinya Holly.

    Ann sebenarnya sudah memiliki satu anak bernama Keirra, hasil pernikahannya dengan seorang pria. Namun, pernikahan kandas saat usia kandungan Keirra masih dua bulan. "Saat ini saya benar-benar menikmati menjadi seorang ibu. Saya harus melihat Holly untuk memastikan bahwa saya tidak pernah menyesal melakukan ini.”



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 2:59 pm