Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

IKLAN ANDA


    Pertamax Mengalir Hingga Rp 9.300

    Share
    avatar
    near

    128
    Age : 25
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    Pertamax Mengalir Hingga Rp 9.300

    Post  near on Wed Mar 16, 2011 3:01 pm

    Pertamax Mengalir Hingga Rp 9.300


    SOLO — Kenaikan harga Pertamax yang kian tinggi dipastikan akan menggerus para konsumennya, untuk kemudian beralih ke bahan bakar minyak bersubsidi (Premium). Kendati demikian Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surakarta optimis, penjualan Pertamax akan berjalan lancar karena sudah adanya target yang ditentukan oleh Pertamina.

    Wakil Ketua Hiswana Migas Surakarta B Sulistiyo mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Pertamina, per 16 Maret 2011 (hari ini -red), harga sejumlah bahan bakar yang termasuk kategori Bahan Bakar Khusus (BKK) akan mengalami kenaikan yang cukup fantastis.

    Harga Pertamax yang semula Rp 8.250 per liter menjadi Rp 8.900, Pertamax Plus naik dari Rp 8.700 menjadi Rp 9.300 dan Pertamina Dex dari Rp 9.100 per liter menjadi Rp 10.800.

    “Perubahan harga Pertamax itu terjadi setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulannya. Kenaikan harga ini sangat dilematis bagi pengusaha. Namun kami optimis BKK tetap laku, terlebih bila selama ini masyarakat sudah terbiasa menggunakan BKK tersebut, dan tidak serta merta pindah ke Premium,” terangnya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (15/3).

    Diakui Sulistiyo, sebelumnya, ketika Pertamax harganya Rp 8.250 saja, konsumen sudah turun, sehingga kalau sekarang dinaikkan dengan harga tersebut, jelas konsumennya semakin turun.

    Ini terlihat dari penyerapan Pertamax khususnya di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kalau sebelumnya bisa mencapai 500 hingga 1.000 liter, kini hanya 300 hingga 500 liter saja. Sehingga total di Kota Solo dari 21 SPBU, penyerapan konsumsi Pertamax per bulan hanya sekitar 6.000 hingga 7.000 liter per hari.

    Tak hanya itu, imbuh Sulistiyo, mengingat Pertamina juga sudah menargetkan penjualan Pertamax dan Pertamax Plus tiap bulannya mencapai 16.000 hingga 24.000 liter bagi setiap SPBU, maka mau tidak mau SPBU haruslah bisa meraihnya. Sementara untuk Dex (solar oktan tinggi) tiap bulan targetnya hanya 200 hingga 400 liter per SPBU.
    “Kami juga mengupayakan kepada Pertamina untuk meninjau ulang target penjualan BKK tersebut, karena kondisi harganya yang semakin tinggi. Ini membuat pengusaha kesulitan karena penjualan juga seret,” tegasnya.

    Sementara itu, Humas Pertamina Jawa Tengah dan DIY, Heppy Wulansari mengakui, dengan harga minyak dunia yang semakin tinggi jelas berimbas signifikan pada harga BKK.
    “Tetapi kami yakin harga ini akan fluktuasi dan mudah-mudahan tidak terus naik sampai akhir tahun. Untuk target penjualan BKK juga sebenarnya tidak diberlakukan ke semua SPBU, hanya yang sudah status gold Pasti Pas,” terangnya.

    Selain itu kata Heppy, target penjualan sesungguhnya ditentukan langsung oleh pusat, begitu pula untuk Pertamina pemasaran Jateng dan DIY juga tidak mengalami perubahan. Sehingga saat ini yang bisa dilakukan hanyalah melihat dan menjadikan situasi saat ini sebagai tantangan. [sumber: joglo semar]



      Waktu sekarang Mon Apr 24, 2017 10:16 pm