Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Benarkah Pecandu Seks Mengidap Kelainan Jiwa

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Benarkah Pecandu Seks Mengidap Kelainan Jiwa

    Post  clara on Fri Mar 18, 2011 12:38 am

    Benarkah Pecandu Seks Mengidap Kelainan Jiwa


    Aktivitas seksual adalah salah satu kebutuhan biologis yang penting. Namun, bagaimana jika kebutuhan tersebut menjadi candu dalam kehidupan? Tanpa berpikir panjang orang yang maniak seks akan melakukannya dengan banyak orang.

    Dulu kecanduan seks bukanlah sebuah kelainan bagi para psikolog, namun saat ini semuanya pun berubah. Para ahli memperdebatkan isu kecanduan seks yang dianggap sebuah kelainan psikologis.

    Di Amerika, kecanduan seks telah dimasukkan ke dalam salah satu Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders oleh the American Psychiatric Association (APA) sebagai kelainan jiwa.

    Namun, hal ini belum diidentifikasikan sebagai kelainan mental oleh the National Health Service di Inggris. Di Inggris sendiri sudah menganggap berjudi termasuk sebuah candu dan kelainan jiwa. Saat ini candu seks menjadi isu hangat yang dibicarakan oleh para ahli jiwa.

    Tidak tanggung-tanggung untuk mengobati kecanduan seks, banyak klinik yang menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi pecandunya.

    Pada klinik biarawan di Amerika terdapat orang-orang yang mencandu seks dan sedang dalam tahap penyembuhan. Dilaporkan bahwa pasien mencoba mengobati dirinya sendiri selama 8-9 jam per hari dalam sebuah grup yang berisi orang-orang dengan kelainan mental yang sama. Setelah itu, mereka menjalani sesi terapi dengan psikolog dan dengan terapis yang terlatih.

    Klinik-klinik tersebut melakukan rehabilitasi terhadap kecanduan seks, relationship addiction di mana orang yang tidak lagi mencintai pasangannya namun tidak dapat meninggalkan pasangannya, sexual anorexia saat orang kehilangan nafsu makan sebelum melakukan hubungan seks, dan trauma seksual.

    Sama hal seperti di Amerika, di Australia orang yang kecanduan seks semakin meningkat. Para ahli jiwa merasa bahwa hal ini dapat memicu aktivitas perusahaan obat yang menyediakan obat anti depresi dan obat kuat seks.

    Tidak dapat dipungkiri isu kecanduan seks semakin populer dibicarakan dan semakin marak terjadi setelah kasus perselingkuhan Tiger Woods dengan banyak wanita, juga kasus Russel Brand yang pernah berhubungan intim denagn sembilan wanita dalam semalam.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 2:55 pm