Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Tantangan Merawat Anak Adopsi

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Tantangan Merawat Anak Adopsi

    Post  kuning on Mon Mar 21, 2011 1:59 am

    Tantangan Merawat Anak Adopsi


    Mengadopsi seorang anak adalah keputusan penting yang kemungkinan akan penuh tantangan. Kekhawatiran yang muncul biasanya bagaimana cara beradaptasi dan membangun ikatan batin antara orangtua dan anak adopsi.

    "Banyak orangtua yang melihat adopsi sebagai upaya terakhir setelah tidak berhasil hamil, menurut kami tidak ada keraguan bahwa adopsi adalah pilihan pertama," kata dokter anak Su Laurent dan dokter umum Peter Reader dalam bukunya 'Your Baby Month by Month' yang diterbitkan Esensi seperti dilansir detikhealth.

    Yang mungkin terjadi ketika memutuskan mengadopsi anak adalah orangtua baru akan terkaget-kaget karena anak seperti datang tiba-tiba.

    Beberapa kecemasan yang sering muncul dari orangtua yang mengadopi anak:

    1. Cemas akan gagal beradaptasi, apalagi jika si bayi bukan bayi baru lahir dan memiliki kehidupan yang sulit sebelumnya.
    2. Khawatir tidak bisa langsung jatuh sayang pada si anak.
    3. Kesulitan membangun ikatan batin seperti layaknya orangtua biologis yang langsung memiliki ikatan batin.
    4. Cemas dengan respons masyarakat atau lingkungan sekitar.

    Menurut Laurent dan Reader sangat wajar muncul kecemasan-kecemasan seperti itu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan ketika mengadopsi anak:

    1. Beri waktu pada Anda dan si kecil untuk saling mengenal agar bisa beradaptasi dan membangun ikatan batin. Mengajak bicara, menyanyi, merawat dan memeluknya bisa memunculkan ikatan batin, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.

    2. Ikut dalam grup yang berisi orangtua yang mengadopsi anak.
    Berbicara dengan sesama orangtua yang punya anak adopsi tentu sangat membantu karena mungkin situasi yang dihadapi sama.

    3. Jangan panik jika Anda membutuhkan waktu untuk terbiasa merawat si anak baru.
    Seiring berjalannya waktu, si kecil akan terbiasa dengan rutinitas orang yang merawatnya.

    4. Tunjukkan pada si kecil, bahwa Anda mencintai dan menginginkannya sehingga ia akan merasa aman dan nyaman.

    5. Tak perlu cemas dengan penilaian orang lain. Tanamkan pada diri dan kuatkan hati bahwa sebuah keluarga bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Yakinlah si kecil akan berkembang pesat dengan cinta dan perawatan Anda.





      Waktu sekarang Thu Jul 20, 2017 11:34 pm