Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Infeksi Telinga Kronis Bikin Anak Lebih Gemuk

    Share
    avatar
    via

    863
    04.03.09

    Infeksi Telinga Kronis Bikin Anak Lebih Gemuk

    Post  via on Wed Mar 23, 2011 7:05 am

    Infeksi Telinga Kronis Bikin Anak Lebih Gemuk


    Infeksi di telinga anak tidak hanya mempengaruhi pendengarannya, tapi juga kemampuannya mengecap rasa. Karena lidahnya jadi kurang sensitif terhadap rasa manis, anak jadi lebih banyak makan gula dan lebih rentan mengalami kegemukan.

    Hubungan antara infeksi telinga kronis dengan risiko kegemukan pada anak memang bukan kali ini saja diungkap oleh para peneliti. Namun dalam berbagai penelitian sebelumnya, belum pernah disimpulkan bagaimana keduanya bisa saling mempengaruhi.

    Dr Il Ho Shin dari Kyu Hee University di Seoul, Korea Selatan baru-baru ini mengungkap bahwa infeksi telinga kronis mempengaruhi kemampuan otak dalam mengolah pengecapan rasa oleh lidah. Sensitivitasnya menurun terutama untuk mengecap rasa manis.

    Akibatnya anak yang menderita infeksi telinga kronis kurang dapat merasakan manis meski banyak mengkonsumsi gula. Padahal gula merupakan sumber energi, sehingga akan ditimbun dalam bentuk lemak jika asupannya tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang dilakukan.

    Dalam penelitiannya, Dr Il melakukan pemeriksaan terhadap 42 anak yang menderita infeksi telinga kronis dan 42 anak dengan telinga sehat sebagai pembandingnya. Anak-anak dengan rentang usia 3-7 tahun itu diamati kemampuannya mengecap rasa manis, pahit, asin dan asam.

    Kesimpulannya, infeksi tidak berpengaruh pada kemampuan mengecap rasa pahit dan asam namun sangat mengurangi kemampuan mengecap rasa manis. Akibatnya anak-anak dengan infeksi telinga kronis relatif lebih gemuk dibanding anak-anak dengan telinga sehat.

    Anak-anak dengan infeksi telinga kronis rata-rata memiliki indeks massa tubuh (IMT) 20,6 sementara anak dengan telinga sehat hanya 17,7. Dikutip dari Reuters dan detikhealth, nilai normal IMT menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk anak adalah 17.

    Pada anak, infeksi telinga kronis (chronic otitis media) biasanya terjadi di telinga bagian tengah. Kondisi ini pada umumnya ditandai dengan radang dan keluarnya cairan atau lendir di dalam rongga telinga, serta memicu rasa nyeri di telinga.

    Bila tidak diatasi, infeksi dapat merusak pendengaran dan bahkan bisa mengganggu perkembangan otak dan saraf anak. Seperti halnya infeksi di bagian lain, pengobatan untuk infeksi telinga kronis dilakukan dengan pemberian antibiotik yang sesuai.




      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 1:46 am