Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ciri-Ciri Terkena Usus Lengket

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Ciri-Ciri Terkena Usus Lengket

    Post  kuning on Fri Mar 25, 2011 6:21 am

    Ciri-Ciri Terkena Usus Lengket


    Rasa perut tidak nyaman, habis makan lalu sakit perut atau sulit buang air besar (BAB) bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya karena usus lengket. Apa ciri-ciri usus lengket?

    "Gejala pelengketan usus yang pasti dan sering adalah merasa tidak enak. Nggak enak aja gitu, nggak enaknya susah diterangin," jelas Dr Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Digestif dan Laparoskopi RS Premier Bintaro, dalam acara Media Gathering di RS Premier Bintaro, Jakarta, yang dikutip detikhealth.

    Menurut Dr Errawan, biasanya pasien yang mengalami pelengketan usus karena mengalami usus buntu yang pecah, akan merasakan sakit di perut bagian kanan. Sedangkan jika pasien yang awalnya karena endometriosis atau penyakit kandungan, biasanya rasa tidak nyaman akan terasa di bangian tengah bawah perut.

    Jika pelengketan usus sudah parah, maka gejala yang dirasakan adalah susah buang air besar.

    "BAB nya susah, karena si usus yang harusnya lurus-lurus aja, lancar-lancar aja kaya kereta api, itu jadi ditarik, jadi seolah-olah yang harusnya si usus lurus jadi bengkok ke atas, karena ke tarik. Jadi waktu makanan kita berjalan, waktu digiling, itu dia harus menempuh perjalanan yang lebih jauh, yang harusnya lurus dia naik dulu ke atas. Dan ketika usus ditarik, reseptor rasa sakit di dalam juga bergerak, sehingga rasa sakitnya khas sehabis makan atau setelah makan banyak," jelas Dr Errawan.

    Menurut Dr Errawan, rasa sakit tersebut muncul karena gerakan ususnya terbatas seolah-olah terikat oleh fibrin akibat infeksi.

    Dr Errawan juga menjelaskan bahwa tidak ada faktor luar seperti makanan tertentu yang dapat menyebabkan pelengketan usus.

    "Kalau makanan nggak ada ya, paling sering karena infeksi habis operasi itu," tutur Dr Errawan.

    Menurutnya, orang yang pernah operasi sekitar usus biasanya paling sering terkena masalah usus lengket.

    "Orang yang pernah dioperasi punya risiko pelengketan usus lebih besar ketimbang orang yang tidak pernah dioperasi," jelas Dr Errawan.

    Menurut Dr Errawan, hal ini karena proses operasi memungkinkan terjadinya manipulasi usus, pemindahan usus sementara dan pendarahan, sehingga berpotensi menimbulkan infeksi dan menyebabkan pelengketan usus.

    "Misalnya ada preman berantem kena tusuk, itu kan bolong ususnya. Kalau bolong kan kotoran atau fesesnya jadi keluar. Kotoran itu harus kita cuci dan usus yang bolong harus kita jahit. Nah, bekas feses, bekas kotoran atau bekas darah itu walaupun sudah dibersihkan sampai jernih, kalau ada infeksi tetap saja berpotensi menyebabkan pelengketan usus," jelas Dr Errawan yang lulus S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

    Secara lengkap Dr Errawan menjelaskan bahwa pelengketan usus bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

    1. Bakat
    2. Infeksi
    3. Masalah operasi yang kurang bersih atau tidak dibersihkan secara maksimal
    4. Penyakit kandungan endometriosis
    5. TBC usus.

    "Misalnya waktu operasi ada pendarahan, ada pendarahan nyucinya nggak bersih atau tidak terlalu maksimal, maka sisa-sisa darah bisa menjadi fibrin (gumpalan darah). Fibrin itulah yang menjadi seperti sarang laba-laba, seperti tali. Atau seperti kasus infeksi karena usus buntu yang pecah, usus buntu yang pecah kan harus dioperasi, tapp kalau dia punya bakat berpotensi untuk infeksi, karena kalau usus pecah kan kotoran yang harusnya dibuang di WC jd dibuang di situ, jadibisa menyebabkan pelengkatan," tutur Dr Errawan yang juga berpraktik di Sub Bagian Bedah Digestif RSUP Persahabatan.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 7:09 am