Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen

    Share

    near

    128
    Age : 25
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen

    Post  near on Sun Mar 27, 2011 6:10 pm

    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen



    Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah pihak mengusulkan perlunya pembentukan lembaga permanen di DPR guna mengawasi jalannya masalah intelijen. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hayono Isman menyetujui usul tersebut.

    "Soal intelijen saya pikir itu harus dipantau semuanya, namun di Komisi I kita sepakat intelijen diperlukan namun harus punya tolak ukur dan pengendali. Yang mengendalikan adalah publik, siapa yang mengawasi publik. Salah satunya melalui DPR," ujarnya usai menghadiri diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3).

    Nah karena itu, lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, di dalam rancangan UU Intelijen, DPR ingin memastikan kehadiranya untuk memperkuat demokrasi penegakan HAM dan transparansi.

    "Dengan demikian agenda reformasi kita terselamatkan dan kita bisa mencegah berbagai kekerasan terorisme yang berakibat massif pada keamanan masyarakat dan keutuhan negara kesatuan RI (NKRI)," ujarnya.

    Menanggapi soal isu teror bom sebagai alat untuk melemahkan status pemerintahan, Hayono menegaskan, bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan. "Saya pikir bukan hanya itu. Yang pasti pelaku bom untuk memperjuangkan ideologinya atau pemikirinya tidak boleh menggunakan kekerasan. Sudah pasti kelompok ini anti- demokrasi, anti-pluralisme. Sayangnya mereka menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuanya," paparnya.(MEL)


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 11:19 pm