Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen

    Share
    avatar
    near

    128
    Age : 26
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen

    Post  near on Sun Mar 27, 2011 6:10 pm

    DPR Akan Usulkan Lembaga Pengawas Intelijen



    Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah pihak mengusulkan perlunya pembentukan lembaga permanen di DPR guna mengawasi jalannya masalah intelijen. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hayono Isman menyetujui usul tersebut.

    "Soal intelijen saya pikir itu harus dipantau semuanya, namun di Komisi I kita sepakat intelijen diperlukan namun harus punya tolak ukur dan pengendali. Yang mengendalikan adalah publik, siapa yang mengawasi publik. Salah satunya melalui DPR," ujarnya usai menghadiri diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3).

    Nah karena itu, lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, di dalam rancangan UU Intelijen, DPR ingin memastikan kehadiranya untuk memperkuat demokrasi penegakan HAM dan transparansi.

    "Dengan demikian agenda reformasi kita terselamatkan dan kita bisa mencegah berbagai kekerasan terorisme yang berakibat massif pada keamanan masyarakat dan keutuhan negara kesatuan RI (NKRI)," ujarnya.

    Menanggapi soal isu teror bom sebagai alat untuk melemahkan status pemerintahan, Hayono menegaskan, bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan. "Saya pikir bukan hanya itu. Yang pasti pelaku bom untuk memperjuangkan ideologinya atau pemikirinya tidak boleh menggunakan kekerasan. Sudah pasti kelompok ini anti- demokrasi, anti-pluralisme. Sayangnya mereka menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuanya," paparnya.(MEL)


      Waktu sekarang Sat Jul 29, 2017 12:01 am