Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Berhenti Merokok! yang Dilakukan Pertama Jika Kena Diabetes

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Berhenti Merokok! yang Dilakukan Pertama Jika Kena Diabetes

    Post  via on Wed Mar 30, 2011 6:40 am

    Berhenti Merokok! yang Dilakukan Pertama Jika Kena Diabetes



    Merokok sangat berbahaya bagi penderita diabetes, bahkan tingkat bahayanya lebih tinggi dibanding orang yang tidak diabetes. Berhenti merokok adalah hal pertama yang harus dilakukan jika kena diabetes.

    Merokok memang bisa merusak kesehatan semua orang. Tapi bagi orang yang memiliki diabetes hal ini lebih berbahaya, karena nikotin dalam rokok bisa meningkatkan kadar gula darah yang dapat memicu komplikasi.

    Dalam percobaan di laboratorium peneliti menemukan bahwa nikotin bisa menaikkan kadar gula darah. Semakin banyak nikotin yang masuk ke tubuh maka kadar gula darahnya akan semakin tinggi. Kadar gula darah yang tinggi ini berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi dari diabetes seperti gangguan mata, penyakit kardiovaskuler dan penyakit ginjal.

    "Merokok sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Jangan menggunakan rokok elektronik atau permen karet nikotin untuk menghentikan asupan nikotin. Karena memiliki kecanduan nikotin dan menggunakan produk penggantinya dalam jangka waktu panjang bisa sangat merugikan," ujar Xiao-Chuan Liu, profesor dari departemen kimia California State Polytechnic University di Pomona, seperti dikutip dari HealthDaydan detik.

    Liu mengungkapkan hasil penelitian ini harus mendorong penderita diabetes untuk berhenti merokok sepenuhnya dan menyadari bahaya tersebut. Selain itu penderita diabetes juga harus membatasi penggunaan produk pengganti nikotin lainnya seperti koyo nikotin.

    Dalam studi ini Liu dan rekan menambahkan beberapa tingkat kadar nikotin ke dalam sampel sel darah merah manusia dan menguji kadar hemoglobin A1C (HbA1C), yaitu tolak ukur jumlah sel darah merah yang memiliki molekul glukosa. Kebanyakan orang dengan diabetes harus berjuang agar kadar HbA1C nya sebesar 7 persen atau kurang.

    Dari hasil studi para peneliti menemukan dosis nikotin yang kecil bisa meningkatkan kadar HbA1C sebesar 8,8 persen, dan dosis yang tinggi setelah diberikan nikotin selama dua hari meningkatkan kadar HbA1C sebesar 34,5 persen.

    "Nikotin merupakan zat beracun dan hasil kami menunjukkan bahwa nikotin menyebabkan peningkatan HbA1C. Ini penting untuk diketahui masyarakat dan terutama bagi perokok," ujar Liu.

    Diabetes merupakan penyakit yang kaya akan komplikasi karena ia bisa menyerang bagian tubuh apa saja. Jika kadar gula darahnya terus menerus meningkat maka bisa memicu terjadinya komplikasi.

    "Pasien dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskuler dan merokok bisa meningkatkan risiko tersebut. Karena itu semua orang baik yang diabetes atau tidak harus berhenti merokok," ujar Dr Joel Zonszein, direktur dari Clinical Diabetes Center di Montefiore Medical Center, New York City.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 1:22 am