Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Orang Gemuk Sering Menderita Karena Stigma Negatif

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Orang Gemuk Sering Menderita Karena Stigma Negatif

    Post  clara on Fri Apr 01, 2011 6:43 am

    Orang Gemuk Sering Menderita Karena Stigma Negatif



    Pemilik tubuh gemuk memang berisiko mengalami gangguan fisik yang serius termasuk diabetes dan serangan jantung. Namun risiko gangguan psikologis kadang tak kalah serius, yakni stres menghadapi berbagai stigma negatif tentang kegemukan.

    Stigma negatif yang sering dialamatkan kepada penderita kegemukan contohnya adalah, orang gemuk biasanya malas, jelek dan tidak laku-laku. Bahkan ada juga stigma yang berpotensi memicu diskriminasi di tempat kerja, yakni bahwa orang gemuk tidak punya kontrol diri.

    Pandangan seperti ini berkembang di masyarakat yang mengagungkan tubuh langsing sebagai daya tarik fisik misalnya Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Di negara-negara barat, tubuh langsing seperti boneka Barbie selalu menjadi idola dan sering memicu anoreksia atau gangguan pola makan di kalangan remaja putri.

    Kini stigma negatif semacam itu bukan lagi monopoli negara barat, tetapi sudah mulai meluas ke wilayah lain yang bahkan sejak dulu tidak punya tradisi bertubuh kurus. Di antaranya adalah Samoa, negara kepulauan di Samudra Pasifik yang pernah tercatat sebagai negara dengan penduduk paling banyak menderita kegemukan.

    Dalam survei terbaru yang dilakukan Dr Alexandra Brewis dari Arizona State University, saat ini Samoa justru termasuk salah satu negara yang paling banyak memberikan stigma negatif terhadap orang gemuk. Negara lain yang juga banyak memberikan stigma negatif adalah Meksiko dan Paraguay.

    Dr Brewis mengungkap, masyarakat di Amerika Serikat dan Inggris yang mewakili negara Eropa justru sudah tidak banyak memberikan stigma negatif. Diduga karena saat ini jumlah penderita kegemukan baik overweight maupun obesitas makin meningkat di wilayah tersebut.

    "Kami khawatir merebaknya stigma negatif terhadap penderita kegemukan justru memicu penderitaan baru yang sebelumnya tidak ada," ungkap Dr Brewis dalam laporannya yang dimuat di jurnal Current Anthropology, seperti dikutip dari Medicalnewstoday dan detik.

    Penderitaan baru yang dimaksud Dr Brewis antara lain bullying (olok-olok) dan diskriminasi untuk urusan pekerjaan maupun akses untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas umum. Untuk menindaklanjuti temuan ini, ia akan meneliti sejauh mana pengaruh stigma negatif yang berkembang terhadap perilaku diskriminatif dari lingkungan.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:16 am