Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengajari si Kecil Memakai Toilet

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Mengajari si Kecil Memakai Toilet

    Post  mayang.ungu on Mon Apr 11, 2011 8:04 am

    Mengajari si Kecil Memakai Toilet


    Toilet training, begitu istilah populer untuk melatih si kecil ke kamar mandi. Kapan sebaiknya latihan itu mulai dilakukan?

    Bagi anak dan orangtua, toilet atau potty training adalah salah satu tahapan penting. Sejak bayi terbiasa buang air kecil (BAK) atau besar (BAB) sesuka hati, kini mereka harus belajar untuk melakukannya di kamar mandi.

    Beberapa anak menunjukkan keinginannya untuk belajar BAB dan BAK di kamar mandi saat usia dua tahun. Ada juga anak yang belum mau melakukannya meski usia mereka sudah 2,5 tahun atau lebih.

    Dilansir Mayo Clinic, tidak perlu mulai terburu-buru untuk melakukan toilet training ini. Jika anak diajari sejak usia dini, kemungkinan tahapan itu akan selesai lebih lama.

    Bagaimana orangtua tahu anak siap atau tidak untuk toilet training? Cobalah jawab pertanyaan berikut ini:

    1. Apakah anak terlihat terlihat untuk masuk ke toilet?
    2. Sudah bisakah anak mengikuti perintah-perintah yang mudah?
    3. Sudah bisakah anak menanyakan pertanyaan-pertanyaan ringan?
    4. Apakah anak bisa tidak ngompol selama dua jam atau lebih lama?
    5. Apakah anak sudah bisa memberitahu Anda melalui ucapan, ekspresi atau gerak tubuh saat dia ingin BAB atau BAK?
    6. Apakah anak merasa tidak nyaman jika pampers mereka basah?
    7. Bisakah anak membuka dan menarik celananya sendiri?

    Jika pertanyan di atas kebanyakan jawabannya adalah ya, anak Anda bisa jadi siap untuk toilet training. Namun kalau jawabannya kebanyakan tidak, Anda perlu menunggu dulu sebentar. Apalagi jika anak ternyata juga harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya, seperti memiliki adik. Anak yang menolak toilet training sekarang, bisa jadi mau melakukannya bulan depan.


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 7:32 pm