Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Mempan Dicaci Maki Tandanya Sudah Mulai Pikun

    Share

    near

    128
    Age : 25
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    Tak Mempan Dicaci Maki Tandanya Sudah Mulai Pikun

    Post  near on Mon Apr 18, 2011 9:31 am

    Tak Mempan Dicaci Maki Tandanya Sudah Mulai Pikun



    San Francisco, Omongan kasar dari orang lain memang seharusnya disikapi dengan kesabaran dan tidak perlu ditanggapi dengan emosional. Namun jika tidak ada rasa tersinggung sama sekali, bisa jadi merupakan tanda awal kepikunan frontotemporal yang langka.

    Frontotemporal dementia atau kepikunan frontotemporal merupakan jenis kepikunan yang dipicu oleh kerusakan otak di bagian frontal dan temporal. Dampaknya adalah ketidakpekaan terhadap sarkasme (kata-kata kasar) dan kebohongan, sehingga penderitanya tampak culun.

    Frontal dan temporal merupakan bagian otak yang mengatur kepribadian dan perilaku. Gangguan pada bagian tersebut juga bisa memicu perilaku kompulsif (menuruti keinginan sesaat), tidak peka pada lingkungan sosial dan bisa juga tiba-tiba pindah agama.

    Penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of California San Francisco menemukan, kerusakan pada bagian frontal dan temporal juga mengurangi kemampuan seseorang untuk mengenali kecurangan, kebohongan dan perilaku kasar yang mengandung kebencian.

    Dalam penelitian tersebut para ahli melibatkan 175 orang dewasa, 50 persen di antaranya sudah mengalami kepikunan. Para partisipan diminta menonton video yang berisi orang berkata kasar dan membicarakan sesuatu hal yang tidak sesuai kenyataan.

    Partisipan yang fungsi otaknya masih normal mampu mengenali video mana yang isinya mengandung kebencian lewat kata-kata kasar, serta video mana yang berisi kebohongan. Sebaliknya, sebagian partisipan yang sudah pikun tidak mampu mengenali kedua hal tersebut.

    "Jika seseorang punya kepribadian aneh, tidak peka saat dikasari dan mudah dibohongi maka dia harus segera menghubungi spesialis," ungkap peneliti, Katherine Rankin seperti dikutip dari Time, Senin (18/4/2011).

    Kepikunan frontotemporal merupakan jenis kepikunan yang langka, hanya menyerang 5 persen dari semua kasus kepikunan secara umum. Dibandingkan Alzheimer, jenis kepikunan frontotemporal menyerang kelompok usia yang lebih muda yakni antara 40-70 tahun.
    [sumber:detik.com]

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:45 pm