Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Guru India Mengajar di Inggris Secara Online

    Share

    near

    128
    Age : 25
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    Guru India Mengajar di Inggris Secara Online

    Post  near on Fri Apr 22, 2011 9:45 am

    Guru India Mengajar di Inggris Secara Online




    INGGRIS - India, yang pernah menjadi jajahan Kerajaan Inggris, kini 'menjajah' Inggris dengan bantuan teknologi. Pengajar India menjadi guru di Inggris melalui sambungan internet. Salah satu sekolah yang memanfaatkan para pengajar dari negeri Bollywood itu adalah SD Raynham di London.

    Saat itu, pukul 15.30 di SD Raynham. Para siswa di sekolah ini berkumpul setelah sekolah untuk les matematika. Dengan perbedaan waktu lima jam dan jarak ribuan kilometer, akhirnya pengajar mereka tiba di kelas.

    Jaringan internet dengan kecepatan tinggi memungkinkan para pengajar India untuk mengajar siswa di Inggris secara real time. Setiap siswa diajar satu guru secara online. Guru kelas, Altus Basson mengatakan, les ini meningkatkan nilai siswa. “Ada beberapa anak yang nilainya meroket. Anak-anak yang berusaha untuk fokus di kelas nilainya akan jauh lebih baik. Keuntungannya adalah, bahwa setiap anak bisa fokus dan satu guru untuk satu anak,” kata BAsson seperti dikutip dari situs VOANews, Jumat (22/4/2011).

    Seorang siswa bernama Samia Abdul-Kadir (9 tahun) mengaku senang dengan metode belajar secara online. “Ini membantuku, karena kadang ketika belajar di kelas, aku tidak mendengar guru dengan baik dan aku tidak mengerti. Online lebih baik,” katanya.

    Temannya yang bernama Abdul-Fadil Badori sepakat dengan Samia. “Dengan online, Anda bisa mendengar. Itu tidak dibagi untuk semua orang, setiap orang memiliki topik yang berbeda saat belajar,” katanya.

    Metode belajar secara individual ini merupakan ide dari lembaga Brightspark Education, perusahaan yang menyediakan bimbingan secara online. Pendiri Brightspark Education Tom Hooper menyatakan, saat ini anak-anak terhubung secara online.

    "Mereka merasa sangat memegang kendali. Dan itu merupakan bagian dari pertempuran dunia pendidikan. Beri anak-anak itu kontrol, buat mereka merasa percaya diri, dan pada akhirnya Anda akan melihat mereka meningkat dan merangkul pendidikan,” kata Hooper.

    Raynham merupakan sekolah pertama di Eropa yang mencoba les online. Biaya yang dipungut sebesar USD20 atau setara dengan Rp172 ribu (Rp8.624 per satu USD) dan USD25 atau setara dengan RP215 ribu per jam.

    Meski menunjukkan hasil memuaskan, metode belajar seperti ini belum diterima semua pihak. Salah satunya Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Guru Inggris Kevin Courtney. Dia menilai, hubungan emosional antara guru dan anak adalah sangat penting. Meski hubungan itu dengan seluruh siswa atau satu per satu. "Anda perlu kedekatan itu sebagai umpan balik dan kami tidak yakin hal itu dapat terjadi dalam koneksi internet. Sebagai salah satu negara terkaya di dunia, kami berpikir, negara ini mampu memiliki guru dengan hubungan emosional yang tulus dengan anak-anak,” paparnya.

    Sementara itu, Brightspark Education menyatakan bahwa bimbingan online adalah murni sebuah suplemen untuk mengajar. Mereka menyangkal bahwa kegiatan ini mengancam pekerjaan guru di Inggris. Apalagi, para orang tua mengaku sangat puas dengan nilai anaknya setelah mengikuti les ini.(rfa)
    [sumber:okezone}

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 11:23 pm