Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Melirik Orang Gemuk Bikin Cepat Lapar

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Melirik Orang Gemuk Bikin Cepat Lapar

    Post  flade on Sat Apr 23, 2011 1:03 am

    Melirik Orang Gemuk Bikin Cepat Lapar


    Benarkah nafsu makan akan meningkat jika melihat orang gemuk makan? Ternyata benar, penelitian membuktikan seseorang jadi cepat lapar dan nafsu makannya meningkat jika melihat orang gemuk.

    Hanya dengan melihat orang gemuk, nafsu makan bisa meningkat dan pilihan menu makan cenderung menjadi tidak sehat. Jika biasanya menghindari gula, sejenak orang itu bisa lupa dan menuruti selera yang tidak sehat misalnya makanan manis dan berlemak.

    Penelitian terbaru ini dikhawatirkan makin menguatkan stigma negatif terhadap orang gemuk. Ilmuwan melakukan 2 penelitian terpisah untuk penelitian ini. Peneliti tersebut adalah Dr Margaret C Campbell dari Leeds School of Business dan Gina S Mohr dari University of Colorado.

    Penelitian pertama dilakukan di sebuah lobi perkantoran, dengan cara menyebarkan kuesioner yang harus dibaca dan diisi oleh responden. Ada 3 jenis kuisioner yang diedarkan, masing-masing disertai gambar orang gemuk, orang langsing dan satu lagi gambar lampu.

    Sebagai ucapan terima kasih, responden yang sudah meluangkan waktu untuk menjawab kuisioner dipersilakan mengambil permen. Dikutip dari Eurekalert, responden mengambil sendiri permen-permen tersebut sesuka hati karena peneliti menyediakannya dalam jumlah banyak.

    Ketika dibandingkan, ada hubungan antara jenis kuisioner yang dibagikan dengan jumlah permen yang diambil. Responden yang mengisi kuisioner bergambar lampu dan orang langsing mengambil permen lebih sedikit daripada responden yang mengisi kuisioner bergambar orang gemuk.

    Sementara penelitian kedua dilakukan dalam beberapa acara pesta, yang diselingi makan-makan dengan menu prasmanan. Tanpa diketahui responden, peneliti menghadirkan tamu yang memiliki badan sangat gemuk dan tampak mencolok ke beberapa acara pesta.

    Pada acara pesta yang tidak dihadiri tamu gemuk, porsi makan dan pilihan menu makan tidak ada yang mencolok. Ada yang memang lebih suka menu enak meski tidak sehat, namun sebagian hanya mengambil sayuran dan makanan berserat karena sedang diet.

    Namun ketika ada tamu gemuk yang dihadirkan, orang-orang yang sedang diet sekalipun ikut-ikutan mengambil makanan berlemak dan minuman manis. Porsinya juga meningkat, sehingga menyiratkan bahwa orang-orang tersebut lupa pada program dietnya.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 11:39 am