Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku

    Share

    jakarta

    514
    23.04.10

    Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku

    Post  jakarta on Sun Apr 24, 2011 6:56 pm

    Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku


    Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

    Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

    Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

    Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”

    Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya… Dia tidak melihat sehelai pita kuning… Tidak ada sehelai pita kuning…. Tidak ada sehelai…… Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!



    jakarta

    514
    23.04.10

    Re: Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku

    Post  jakarta on Sun Apr 24, 2011 7:02 pm


    Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

    ========================================

    I’m coming home I’ve done my time
    And I have to know what is or isn’t mine
    If you received my letter
    Telling you I’d soon be free
    Then you’d know just what to do
    If you still want me
    If you still want me
    Oh tie a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    It’s been three long years
    Do you still want me
    If I don’t see a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    I’ll stay on the bus, forget about us
    Put the blame on me
    If I don’t see a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    Bus driver please look for me
    ‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
    I’m really still in prison
    And my love she holds the key
    A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
    I wrote and told her please
    Oh tie a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    It’s been three long years
    Do you still want me
    If I don’t see a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    I’ll stay on the bus, forget about us
    Put the blame on me
    If I don’t see a yellow ribbon
    ‘Round the old oak tree
    Now the whole damn bus is cheering
    And I can’t believe I see
    A hundred yellow ribbons
    ‘Round the old, the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree
    Tie a ribbon ’round the old oak tree


    ========================================

    Kisah ini didapat dari milis, mungkin benar.. mungkin juga sekedar dongeng. Ada yang selalu membuat aku terhanyut dalam kisah ini yakni tentang hati. Kisah tadi selalu menyadarkan bahwa hati yang aku miliki masih terlalu kecil. Masih banyak perjalanan yang harus aku tempuh untuk membesarkannya. Aku akan selalu ikatkan pita kuning di hatiku. Agar aku menyadari bahwa aku harus selalu memaafkan.

    Ikatkan sehelai pita kuning bagiku..

    Salam…




      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 5:30 am